Jumat, 22 Oktober 2021

Penataan Kawasan Kota Pusaka Dukung Lasem sebagai Kota Toleransi Nusantara

AK - Senin, 30 Agustus 2021
Penataan Kawasan Kota Pusaka Dukung Lasem sebagai Kota Toleransi Nusantara

Rembang-  Lasem dikenal sebagai kawasan bersejarah yang memiliki berbagai budaya sebagai simbol kebhinekaan layak menjadi destinasi wisata yang perlu dikunjungi. Penataan Kawasan Kota Pusaka Lasem di Kabupaten Rembang bertujuan untuk menata kawasan agar menjadi lebih bagus tanpa merubah atau merombak secara keseluruhan yang dapat menghilangkan nilai sejarah dan budayanya. Oleh karena itu, Penataan Kawasan Kota Pusaka yang dilakukan ini harus tetap menjaga ciri khas Lasem sebagai kawasan dengan perpaduan berbagai budaya.

“Saya belum pernah ke Rembang, janji saya kepada Pak Bupati saya akan ke sini setelah adanya Penataan Kota Pusaka Lasem. Bukan merubah modern semua, tapi menata agar lebih bagus,” jelas Diana Kusumastuti, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat mengunjungi lokasi Pekerjaan Penataan Kawasan Kota Pusaka Lasem di Kabupaten Rembang, Sabtu, (28/9/2021). Dalam kunjungan tersebut, Diana juga bertemu dengan Bupati Rembang bersama oleh beberapa kepala Dinas, Camat Lasem, Pengurus Masjid Jami’ Lasem Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, dan Kasatker Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan Penataan Kawasan Pusaka Lasem dilaksanakan secara Multi Years Contract (MYC) pada tahun 2021-2022 dengan jangka waktu pelaksanaan 360 hari kalender mulai tanggal 24 Agustus 2021 dan direncanakan selesai tanggal 18 Agustus 2022. Lingkup penataan Kawasan Pusakan Lasem ini meliputi penataan kawasan alun-alun, pembangunan Pasar Lasem, rehabilitasi Masjid Jami’ dan penataan Kawasan Pecinan di Jalan Karangturi sampai dengan Jalan Kauman. Total luas kawasan yang ditangani adalah 13.606,35 m2.

Dukungan dari pemerintah Kabupaten Rembang dan masyarakat di kawasan yang ditata sangan diperlukan untuk keberhasilan kegiatan Penataan Kawasan Kota Pusaka Lasem ini. “Perlu dukungan semua pihak khususnya Kabupaten Rembang dan masyarakat Kabupaten Rembang yang akan menerima manfaatnya secara langsung, sehingga hasil dari pekerjaan ini dapat memiliki kebermanfaatan dalam jangka waktu yang panjang bagi kita semua,” pesan Diana. (28/08). (*bhima/bpb)

Berita Terkini