Jumat, 22 Oktober 2021

Kiprah Ahli Konstruksi Diperlukan dalam Pembangunan Infrastruktur Indonesia

AK - Rabu, 25 Agustus 2021
Webinar Tahunan “Infrastruktur Indonesia”

Jakarta- Pembangunan infrastruktur perkotaan secara global membawa tantangan yang kompleks sehingga tidak bisa dilakukan hanya dengan infrastruktur saja. Ke depan, pembangunan infrastruktur perlu diarahkan pada penciptaan pertumbuhan ekonomi lokal sebagai upaya mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah, mengedepankan pembangunan sosial dan manusia dengan memanfaatkan bahan dan tenaga kerja lokal serta mendorong peningkatan lingkungan yang sehat, siap terhadap perubahan iklim, dan mitigasi bencana. Hal ini disampaikan Boby Ali Azhari, Direktur Bina Penataan Bangunan, Ditjen Cipta Karya dalam acara Webinar Tahunan “Infrastruktur Indonesia” yang diselenggarakan oleh Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), yang diselenggarakan Rabu (25/08/2021).

“Infrastruktur Indonesia 10 tahun terakhir tengah dalam momentum kenaikan yang signifikan sebagai implikasi visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia maju, walaupun belakangan ini kita seakan berjalan lambat dikarenakan oleh pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung,” ungkap Boby. Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya tengah mendorong transformasi penyelenggaraan infrastruktur oleh masyarakat.

Acara webinar ini juga menghadirkan praktisi dan akademisi yang telah berkiprah dalam pembangunan infrastruktur khususnya bidang konstruksi, seperti Prof. Bambang Suhendro dengan materi Struktur Bangunan Bertingkat Banyak pada Lereng Bukit akibat Beban Gempa. Pembicara lain Ir. Davy Sukamta dengan materi pengalamannya dalam perancangan dan pembangunan Infrastruktur Bandara Dhoho Kediri.

Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) didirikan pada tanggal 2 Oktober 1971 oleh 36 orang Insinyur dalam bidang Teknik Sipil yang bertujuan untuk mempertinggi taraf ilmu teknik konstruksi, melakukan segala usaha dibidang ilmu teknik konstruksi untuk kepentingan ilmu pengetahuan, negara, masyarakat umumnya serta para anggota khususnya, membina perkembangan dankemajuan pengetahuan para ahli konstruksi pada umumnya, memupuk ahli-ahli konstruksi yang berkepribadian dan berbudi luhur serta sebagai wadah bagi para ahli konstruksi Indonesia.

 “Melalui kesempatan ini, kami berharap profesional di bidang konstruksi akan terus maju, dan menjadi garda terdepan bersama-sama dengan Kementerian PUPR dalam upaya pembangunan infrastruktur di negeri yang kita cintai ini,” pesan Boby. (*bhima/bpb)

 

Berita Terkini