Selasa, 4 Oktober 2022

Doni Monardo Resmikan RS Covid 19 di Bangka

AK - Rabu, 25 Agustus 2021
Peresmian RS COVID-19 di Babel

Bangka – Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo meresmikan Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno, hari Kamis (18/03) di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebelumnya, sejak tanggal 21 Januari 2021, rumah sakit ini sudah selesai dibangun dan beroperasi untuk melayani masyarakat.

“Rumah sakit ini dibangun dalam kurun waktu yang cukup singkat yakni 45 hari. Pembangunan ini melibatkan Kementerian PUPR yang bertanggungjawab atas pembangunan, Kementerian Keuangan yang mengalokasikan anggaran dan Kementerian Kesehatan yang menyiapkan alat kesehatan, termasuk BUMN, jadi ini kolaborasi," ujar Doni.

Dalam peresmian ini, Doni Monardo didampingi Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan dan Direktur Bina Penataan Bangunan Boby Ali Azhari yang mewakili Kementerian PUPR. “Pembangunan RS Darurat Covid-19 ini dilakukan atas permintaan dari BNPB kepada Kementerian PUPR untuk mendukung pembangunan dan pengembangan berbagai Rumah Sakit dalam penanganan COVID-19 di seluruh Indonesia, dan tentunya Kementerian PUPR berkomitmen untuk terus membantu penyediaan RS COVID-19 sesuai permintaan BNPB,” terang Boby.

Pengembangan Dr. (H.C) Ir. Soekarno menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 dimulai sejak tanggal 27 Oktober dan rampung pada tanggal 10 Desember 2020. Hingga saat ini, fasilitas yang telah digunakan yaitu ruang isolasi dengan kapasitas 25 bed, ruang observasi 75 bed, bangunan screening, bangunan satelit operasional, bangunan satelit bersih dan bangunan gas medis, ruang pompa dan Ground Water Tank (GWT), Power House dan Gardu PLN. Selain itu, Berbagai teknologi bangunan gedung yang diterapkan telah adaptif terhadap kondisi pandemi, antara lain dengan penggunaan material yang ringan dan cat yang antibacterial dan penggunaan High-Efficiency Particulate Air (HEPA) filter pada sistem tata udara.

“Besar harapan kami agar bangunan rumah sakit RSUD Dr.Ir. Soekarno yang telah dikembangkan ini, selanjutnya dipelihara dan dirawat dengan baik, sehingga dapat selalu beroperasi secara optimal sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 dan kelak nantinya menjadi RS infeksius setelah pandemi ini berakhir,” pesan Boby. (*AK/bpb)

Berita Terkini