Sabtu, 11 Juli 2020

Kementerian PUPR Resmi Selesaikan Pembangunan Gedung Yudhistira dan Gedung Arjuna RSA UGM untuk Menjadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19

AK - Senin, 8 Juni 2020
Peresmian RSA UGM

Yogyakarta- Di tengah Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, Pemerintah telah menyiagakan beberapa RS Rujukan untuk menangani pasien positif COVID-19, salah satunya RSA UGM. Pembangunan Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira Rumah Sakit Akademi (RSA) Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai RS rujukan penanganan COVID-19 di Yogyakarta telah diselesaikan pembangunannya oleh Kementerian PUPR.

Peresmian Pembangunan Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira RSA UGM ini dilakukan oleh Mensesneg RI, Praktikno, pada hari ini Senin (08/06) siang secara virtual. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan serah terima pengelolaan  dan pengoperasian Gedung Yudhistira dan Gedung Arjuna antara Kementerian PUPR dan UGM.

Pekerjaan penyelesaian lanjutan pembangunan Gedung Yudhistira dan Gedung Arjuna RSA UGM ini merupakan tindak lanjut dari Surat Mensesneg dan Surat BNPB selaku Gugus Tugas Percepatan COVID-19 kepada Menteri PUPR untuk mempersiapkan RSA UGM sebagai RS Rujukan COVID-19.

Sebelumnya, RSA UGM ini sudah sempat dibangun namun terhenti pada tahun 2010 dengan progres saat itu telah mencapai 75%. Penyelesaian RSA UGM tersebut merupakan bagian dari refocussing kegiatan Kementerian PUPR sebesar Rp 1,829 Triliun untuk mendukung penanganan COVID-19.

Pembangunan dua gedung baru ini dilaksanakan sejak 20 April 2020 lalu dengan total sekitar 37 hari oleh BPPW Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT Adhi Karya. Kondisi eksisting Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira sebelumnya adalah struktur beton bertulang 5 (lima) lantai yang dibangun pada tahun 2009-2010 dengan luas lantai bangunan yang ditangani seluas ± 6.570 m².

Saat ini, RS rujukan tersebut  memiliki kapasitas 107 tempat tidur untuk rawat inap, ruang tindakan dan ruang isolasi. Ruang Isolasi dirancang dengan Smart System sejalan dengan era Revousi Industri 4.0 yang dapat dimonitor secara langsung, maupun jarak jauh dengan pelaksanaannya sesuai standar Kementerian Kesehatan dan standar Internasional.

Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis Sumadilaga., mengatakan pembangunan dua gedung darurat covid yang dilaksanakan dalam waktu kurang lebih satu bulan ini dikerjakan dalam masa pandemi virus corona. Tercatat 515 pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan RSA UGM tersebut, dimana pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. “Dengan dibangunnya Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira sebagai RS Rujukan COVID-19 akan mampu meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dan kesiapan masyarakat yang terdampak COVID-19,” tutup Danis. (*AK/rentek)

 

Berita Terkini