Rekonsiliasi Regional Timur Pengelolaan Rumah Negara Golongan III

Hery Wahdaniyat - Selasa, 3 Sepember 2019
Paparan Materi oleh Kasubdit Standardisasi dan Kelembagaan Dit.BPB

Dalam rangka pelaksanaan tugas fungsi, Direktorat Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan rangkaian kegiatan “Pendalaman Materi IMG, SLF, TABG serta Pelatihan SIMBG Regional Sulawesi” bersamaan dengan “Rekonsiliasi Regional Timur Pengelolaan Rumah Negara Golongan III”, Rabu, (29-30 Agustus 2019) di The Rinra Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan Rekonsiliasi Regional Timur Pengelolaan Rumah Negara Golongan III dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja penatausahaan Rumah Negara Golongan III (RNG III) agar lebih baik dan akuntabel; mendukung terwujudnya kepastian hukum dalam pengelolaannya serta meningkatkan pelayanan terhadap penghuni RNG III.

Pembukaan rangkaian kegiatan didahului dengan sambutan selamat datang oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Firda dan dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan Direktur Bina Penataan Bangunan, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Standardisasi dan Kelembagaan, Wahyu Kusumosusanto.

Mewakili Direktur Bina Penataan Bangunan, Wahyu dalam sambutannya menyampaikan bahwa keandalan bangunan gedung diperlukan sebagai prasyarat bagi terbitnya sertifikasi kelaikan fungsi bangunan gedung. Keandalan bangunan gedung ini hanya dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib administrasi dan teknis, yaitu setiap bangunan gedung memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebelum dilaksanakan konstruksi serta mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) setelah dibangun dan sebelum masa pemanfaatannya, oleh karena itu perlu didukung dengan SIMBG agar dapat terwujud standardisasi layanan, mendekatkan layanan kepada masyarakat, memangkas birokrasi, memberikan kepastian waktu layanan, dan adanya sistem pengendalian layanan, yang pada akhirnya terwujud keandalan bangunan gedung. Wahyu juga menyampaikan bahwa Pengelolaan Rumah Negara perlu diperhatikan terkait penatausahaan PNBP dan BMN yang banyak ditemui permasalahan-permasalahan sehingga harus segera ditindaklanjuti.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan bahwa, BPPW memiliki peran penting terkait tugas dan fungsinya, sehingga penting untuk memahami ketentuan terkait penyelenggaraan bangunan gedung dan pengelolaan rumah Negara. Kedepan diharapkan BPPW dapat melakukan pembinaan kepada kabupaten/kota terkait penyelenggaraan bangunan gedung, khususnya terkait proses penerbitan IMB dan SLF melalui SIMBG maupun kepada instansi vertikal di provinsi dalam pengelolaan Rumah Negara.

Pada kesempatan ini pula secara simbolis dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan Penyerahan Hak Milik Rumah Negara Golongan III dan Pelepasan Hak Atas Tanahnya oleh Kasubdit Pengelolaan Rumah Negara, Luciana Angelin Narua, didampingi oleh Ketua Pokja Saber Pungli PUPR, Lucky Harry Korah dan Direktur Pemanfaatan Tanah Pemerintah Kementerian ATR/BPN, Iskandar Sah kepada penghuni RNG III yaitu Abdul Hafid Pallentung, Najamuddin Djafar, dan Hj. Nurida.

Kegiatan Rekonsiliasi Regional Timur Pengelolaan Rumah Negara Golongan III dilaksanakan selama 2 (dua) hari. Pada hari pertama diberikan materi, yaitu:

  1.    Materi Pengelolaan Rumah Negara oleh Kasubdit Pengelolaan Rumah Negara
  2.    Materi Kebijakan Pemanfaatan Tanah oleh Direktur Pemanfaatan Tanah Pemerintahan Kementerian ATR/BPN
  3.    Materi Upaya Bebas Pungli oleh Ketua Saber Pungli Kementerian PUPR 
  4.    Materi Capaian Layanan Rumah Negara Golongan III oleh Kasi Wilayah I
  5.    Materi Peritunagan Sewa Rumah Negara Golongan III oleh Staf Senior Sub Direktorat Pengelolaan Rumah Negara
  6.    Materi Pengawasan dan Pengendalian Rumah Negara oleh Kasi Wilayah II.

Sedangkan pada hari kedua akan dilaksanakan praktek kegiatan pengawasan dan pengendalian dengan melakukan kunjungan terhadap 8 (delapan) Rumah Negara Golongan III yang ada di kota Makassar.

Berita Terkini

Infografis Bina Penataan Bangunan

Fakta Bang Unan

Masjid Istiqlal (arti harfiah: Masjid Merdeka) adalah masjid nasional negara Republik Indonesia yang terletak di bekas Taman Wilhelmina, di Timur Laut Lapangan Medan Merdeka yang di tengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas), di pusat ibukota Jakarta. Di seberang Timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. .Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat.

Tanya Jawab Kepada Bang Unan


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Direktoran Bina Penataan Bangunan

Jl. Pattimura No. 20 Jakarta Selatan
Phone : (021) 727-97233
Fax : (021) 727-97233
Email : rentekturpbl@gmail.com

Statistik Pengunjung

Visitor : 1
Hits : 76519
Today : 31
Online : 1