Umum

Direktorat Bina Penataan Bangunan Perkenalkan BIM sebagai Evolusi Teknologi Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Oleh AK Jumat, 1 Maret 2019 | 13:09 WIB
Direktorat Bina Penataan Bangunan Perkenalkan BIM sebagai Evolusi Teknologi Penyelenggaraan Bangunan Gedung
Direktorat Bina Penataan Bangunan Perkenalkan BIM sebagai Evolusi Teknologi Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Jakarta- Dengan pesatnya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0, Kementerian PUPR memanfaatkan perkembangan inovasi teknologi dalam mewujudkan kualitas penyelenggaraan bangunan gedung melalui penerapan Building Information Modelling (BIM).

Hari terakhir pelaksanaan Pameran dan Mini Talkshow PUPR 4.0 diisi oleh Mini Talkshow dengan tema Kebijakan dan Roadmap Penerapan Teknologi Building Information Modelling (BIM). “Teknologi memungkinkan pihak pengembang dan perancang untuk menentukan proses konstruksi, perencanaan, pengambilan keputusan, dan data lampau sebuah bangunan untuk selanjutnya direkam sepanjang masa berdiri hingga proses pembongkaran nantinya,” ungkap Iwan Suprijanto selaku Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar Direktorat Jenderal Cipta Karya pada pagi ini, Jumat (01/03) di Jakarta.

BIM merupakan model pengembangan lain dari kecerdasan buatan yang memainkan peran penting dalam transformasi dunia konstruksi. Teknologi ini mampu memangkas waktu, kesalahan, dan biaya dengan sangat baik.

Dalam lampiran Peraturan Menteri PUPR No.22/2018, penggunaan BIM wajib diterapkan pada Bangunan Gedung Negara (BGN) tidak sederhana dengan kriteria luas di atas 2000 m2 dan di atas 2 lantai. Sejak Tahun 2008 hingga 2018, sejumlah 435 bangunan tergolong BGN tidak sederhana. Implementasi BIM bertujuan dalam peningkatan produktivitas dan efisisensi proses konstruksi, kolaborasi stakeholder konstruksi, keaktifan regulator dalam memberikan persetujuan dan memonitor serta supervisi progres konstruksi, hingga peningkatan mutu, pengendalian biaya serta manajemen waktu sehingga data desain prakonstruksi menjadi sangat detail dan akurat.

BIM pada levelnya ada beberapa tingkatan, yaitu BIM 3D (3D Modelling), BIM 4D (terkolaborasi dengan data scheduling), BIM 5D (terkolaborasi dengan data building sustainability) dan BIM 7D (terkolaborasi dengan data facility management application). Idealnya penerapan BIM dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila dilakukan seawal mungkin, yaitu sejak dari tahapan pre-design dan terus berlanjut ke tingkat detailnya dengan menggunakan BIM di tahap – tahap selanjutnya diantaranya adalah tahap schematic design, detail design, construction documentation, serta procurement and operation. Direktorat Bina Penataan Bangunan telah menerapkan BIM Model pada Renovasi dan Pengembangan Stadion Manahan Solo dalam BIM 7D, BIM Model pada Pembangunan Pasar Atas Bukittinggi dan Bangunan Stadion Aquatic Papua dalam BIM 5D.

Kedepan, kebijakan penerapan teknologi BIM berikut instrumen pendukungnya dapat diadopsi dengan baik oleh seluruh pelaku industri konstruksi di Indonesia sehingga dibutuhkan penguatan platform kelembagaan melalui pembentukan Komite BIM. Implementasi BIM juga akan dilakukan pada pilot project pembangunan infrastruktur PUPR termasuk bangunan gedung agar penggunaan asset/facility management dapat berjalan dengan efektif. Selain itu, teknologi BIM dapat dimulai melalui perkuatan Big Data berbasis Cloud System. (AK/*rentek)