Umum

Kementerian PUPR Kunjungi Lokasi Tsunami di Lampung Selatan

Oleh Hery Wahdaniyat Kamis, 27 Desember 2018 | 13:06 WIB
Kementerian PUPR Kunjungi Lokasi Tsunami di Lampung Selatan
Kementerian PUPR Kunjungi Lokasi Tsunami di Lampung Selatan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau penanganan bencana di Lampung Selatan yang menjadi salah satu daerah terkena dampak tsunami Selat Sunda. Turut serta mendampingi Menteri Basuki dalam kunjungan kerjanya Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Koordinator Satker Cipta Karya Provinsi Lampung Maria Doeni Isa, Kasatker PBL Provinsi Lampung Rocky Adam, Kasatker PSPLP Provinsi Lampung Dardjat Wijunarso, PPK P2PIP Provinsi Lampung Setiawan, PPK PSPLP Provinsi Lampung Zulkarnain serta Tanggap Darurat Ditjen Cipta Karya Provinsi Lampung, Selasa (25/12/2018).

Beberapa lokasi yang dikunjungi yaitu Desa Way Muli, posko pengungsian Cugung, posko pengungsi di kantor Kabupaten Lampung Selatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar di Kalianda.

Basuki mengatakan Kementerian PUPR telah menurunkan personil dan alat berat untuk melakukan pembersihan puing-puing bangunan dan sampah yang menutup jalan di Lampung Selatan. “Kami menyediakan peralatan air bersih dan sanitasi di Lampung Selatan. Alat yang dikirim yaitu 1 mobil tangki air kapasitas 4.000 liter 1 unit, 1 mobil vacum tinja, 1 mobil toilet kabin, 10 WC portable dan 5 bioseptik,” kata Basuki.

Lanjut Basuki, selain itu dikerahkan juga sebanyak 24 unit alat berat terdiri dari 8 ekskavator, 6 dump truk, 5 loader, 3 ekskavator mini dan 2 dozer. Tambahan alat berat juga dikerahkan berupa 3 dozer dan 4 dump truk kecil.

Tsunami juga mengakibatkan bangunan pengaman pantai (breakwater) yang dibangun Kementerian PUPR di Pantai Kalianda dan Rajabasa rusak. Meski begitu, keberadaan bangunan tersebut turut meredam daya rusak air dari tsunami.

Senada dengan hal tersebut di atas, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis Hidayat Sumadilaga menambahkan saat ini fokus kami adalah penyediaan prasarana dan sarana air bersih serta sanitasi yang layak untuk para pengungsi. Peralatan air bersih dan sanitasi secara bertahap ditempatkan pada lokasi-lokasi pengungsian. (Methariska – Randal Lampung/ari)