Donasi Rp 19 Miliar dari Konser Kemanusiaan 100 Biduan Mulai Disalurkan

AK - Jumat, 23 November 2018
Donasi Rp 19 Miliar dari Konser Kemanusiaan 100 Biduan Mulai Disalurkan

Jakarta, 23 November 2018 - Hari ini (23/11/2018), panitia Gala Dana Palu 100 Biduan, 100 Hits menyerahkan donasi secara simbolis kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 16 miliar yang akan disalurkan untuk pembangunan hunian sementara atau huntara di Donggala, Palu dan sekitarnya.

Sebelumnya, kolaborasi filantropi terintegrasi berupa konser kemanusiaan bertajuk ‘Gala Dana 100 Biduan, Hits untuk Palu, Donggala, Sulteng 5 Oktober 2018 lalu berhasil menggalang donasi Rp 19 miliar untuk para penyintas gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Rp 3 miliar telah disalurkan untuk bantuan medis dan psikososial, sementara Rp 16 akan disalurkan untuk proyek-proyek huntara yang akan dimonitor dan dikelola oleh Kementerian PUPR. Pembangunan huntara termasuk fasilitas umum, seperti MCK (mandi cuci kakus), listrik (berbasis solar cell dan lain-lain), taman bacaan dan seterusnya.

Pihak yang terlibat dalam kolaborasi filantropi terintegrasi ini antara lain BEKRAF, ILUNI UI yang akan mengkoordinasi bantuan kepada para penyintas gempa dan tsunami, Tokopedia dan Kitabisa.com sebagai platform donasi, Kadin Indonesia yang berpartisipasi dalam merangkul para donatur, Komunitas Biduan yang menaungi para seniman, dan NET TV sebagai produser acara sekaligus salah satu media partner.

Loemongga Kartasasmita, Ketua Penyelenggara ‘Gala Dana 100 Biduan, 100 Hits untuk Palu, Donggala,Sulteng’ mengungkapkan, “Kepedulian masyarakat Indonesia dalam membantu sesama terbukti sangat tinggi. Awalnya, target Rp XX, ternyata terkumpul XXX kali lipat. Walaupun persiapannya sangat singkat, kolaborasi ini mendapat sambutan luar biasa. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah berpartisipasi. Semoga dengan adanya bantuan ini, saudara-saudari kita di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, bisa cepat pulih.”

Danis H. Sumadilaga, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR? mengatakan, "Tugas Kementerian PUPR setelah tanggap darurat adalah membangun 1200 hunian Sementara yang harus diselesaikan pada bulan Desember 2018. Hal ini sangat berarti,  Pak Menteri menyarankan Huntara akan menjadi hunian tetap yang akan sangat membantu masyarakat terdampak bencana alam.Dengan adanya kerjasama yang dimulai secara MOU seperti Kesepakatan Bersama antara Kementerian PUPR dengan Gala Dana Palu yang ditandatangani pada hari ini, akan dilaksanakan dengan standar dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Kementerian PUPR bagi unit hunian maupun fasilitas lain seperti fasilitas pendidikan maupun fasilitas kesehatan yang dapat membantu para penyintas bencana alam yang terjadi di Palu, , Sigi, dan Donggala. Hal ini merupakan tanggung jawab berbagai pihak yang harus dilaksanakan dengan amanah dan penuh tanggung jawab.”  

Kolaborasi ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Per tanggal 22 November 2018,donasi yang terkumpul berjumlah Rp 18?.745.302.093. - dan berasal dari:

  • Komitmen individual              :  Rp 11.118.350.000,-
  • Tokopedia                             :  Rp 6.625.625.000,- (Rp 2,5 miliar berasal dari Tokopedia, sisanya partisipasi lebih dari 59 ribu masyarakat yang menyumbang lewat aplikasi Tokopedia)
  • Publik via rekening ILUNI UI :  Rp 339.304.188,-
  • Penonton konser kemanusiaan :  Rp 473.817.612,-
  • Kitabisa.com                              :  Rp 188.205.293,-

"Kami sangat bersyukur melihat animo masyarakat Indonesia terhadap kolaborasi filantropi terintegrasi untuk Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, yang sangat tinggi bahkan melebihi target. Tandanya, masyarakat benar-benar peduli kepada sesama yang membutuhkan. Kami berharap, donasi ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendorong saudara-saudari kita di sana bangkit kembali," kata Glenn Fredly, artis yang mendukung Konser 100 Hits, 100 Biduan dan aktivis Bale Nusa Lombok (BANULO).

Berita Terkini

Infografis Bina Penataan Bangunan

Fakta Bang Unan

Lawang Sewu menjadi ikon kota Semarang ini cukup seram juga. Dengan adanya banyak pintu, maka bangunan ini dinamai Lawang Sewu alias Seribu Pintu. Proses pembangunannya pun hanya membutuhkan waktu 3 tahun dari 1904 sampai 1907.

Tanya Jawab Kepada Bang Unan


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Direktoran Bina Penataan Bangunan

Jl. Pattimura No. 20 Jakarta Selatan
Phone : (021) 727-97233
Fax : (021) 727-97233
Email : rentekturpbl@gmail.com

Statistik Pengunjung

Visitor : 1
Hits : 77316
Today : 24
Online : 1