Kamis, 13 Agustus 2020

Menilik Progres Tahun 2018, Direktorat Bina Penataan Bangunan Optimis Capai Target

AK - Selasa, 10 Juli 2018
Menilik Progres Tahun 2018, Direktorat Bina Penataan Bangunan Optimis Capai Target

Bali  - Tahun 2018 merupakan tahun keempat pelaksanaan program pembangunan Kabinet Kerja, tahun ini merupakan tahun yang penting untuk menjamin bahwa sasaran pembangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya dapat tercapai dan terlaksana berdasarkan target yang diharapkan. Sesuai dengan sasaran pembangunan dan visi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya diarahkan mengikuti prioritas nasional demi terwujudnya infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang andal dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan asas gotong royong.

Fokus Program Direktorat Bina Penataan Bangunan Tahun 2018 ini terdapat pada Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres 58/2007 seperti Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 di Jakarta, Palembang dan Jawa Barat berdasarkan Inpres 3 Tahun 2018, Lanjutan Kontrak Tahun Jamak, dan Program Prioritas lainnya yang menjadi perhatian Presiden, Menteri, serta Aspirasi DPR.

Direktur Bina Penataan Bangunan Memberikan Arahan“Realisasi pencapaian keuangan Direktorat Bina Penataan Bangunan pada saat ini awal semester 2 Tahun Anggaran 2018 telah mencapai 41,75%. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan capaian Direktorat Jenderal Cipta Karya sebesar 28,76%. Saya berharap di akhir tahun 2018 ini target 99% dapat tercapai,” ucap Iwan Suprijanto selaku Direktur Bina Penataan Bangunan pada saat membuka acara Koordinasi Teknis Tengah Tahun Pelaksanaan Kegiatan Penataan Bangunan dan Lingkungan TA 2018 di Bali (10/07/2018).

Sejalan dengan kebijakan belanja APBN melalui peningkatan kualitas belanja produktif dan sesuai prioritas program nasional dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur berdasarkan Perpres No.59 Tahun 2017, kita telah bersepakat untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan dengan melakukan proses pengadaan sedini mungkin. Namun pada realisasinya, pada awal bulan Juli 2018 dari total 240 paket, baru 188 paket terkontrak, 45 paket dalam proses lelang, dan sisanya 10 paket belum lelang. “Mengingat hal tersebut, dibutuhkan upaya percepatan agar rencana kegiatan yang telah dirumuskan dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Untuk kegiatan reguler perlu dilakukan evaluasi atas keterlambatan lelang yang pada seharusnya bulan Juli harus sudah lelang dan bulan Agustus telah terkontrak selain MYC baru.”ujar Iwan.

Percepatan lelang juga perlu dilakukan untuk kegiatan Direktif yang belum dilelangkan Tahun Anggaran 2018 serta memperhitungkan urgensi pekerjaan dan jangka waktu yang tersisa untuk menuntaskan pelaksanaan pekerjaan pada tahun 2018. “Apabila waktu pelaksanaan tidak memungkinkan dan bukan merupakan kegiatan prioritas, maka untuk paket tersebut disarankan untuk ditunda pelaksanaannya pada tahun ini”, tandas Iwan.

“Tahun 2019 kita diberikan kepercayaan untuk mengelola kegiatan direktif dimana pagu indikatif Direktorat Bina Penataan Bangunan tercatat paling tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu Rp 4,94 triliun, dipastikan dana yang telah diajukan harus memiliki orientasi untuk memenuhi tujuan prioritas nasional dan sasaran pembangunan nasional." ujar Iwan

Peserta Koordinasi Tengah Tahun PBL 2018Sesuai arahan Direktur Jenderal Cipta Karya dan Sesditjen Cipta Karya dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kualitas produk Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan diperlukan  pendataan tenaga – tenaga konstruksi serta perlu dikawal jalannya pekerjaan dalam hal substansi pekerjaan dengan ketat.

Pada kesempatan tersebut, Iwan menegaskan pula terkait penyelesaian LHP BPK-RI dan Inspektorat Jenderal, reevaluasi BMN serta hibah agar tidak menumpuk di tahun 2019 dan melaporkan hal – hal yang tidak dapat diselesaikan kepada pimpinan dalam hal ini Direktur Bina Penataan Bangunan.

Kegiatan Koordinasi Tengah Tahun ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari sejak hari ini 10 Juli 2018 hingga 12 Juli 2018 dengan mengundang seluruh Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan di 33 provinsi di Indonesia, Satker PKP Strategis, dan Satker PBL Strategis.(*AK)

Berita Terkini