Pembangunan Kembali Pasar Atas Bukittinggi

AK - Selasa, 23 Oktober 2018
Pembangunan Kembali Pasar Atas Bukittinggi

Jakarta  - Pasar Atas Bukittinggi merupakan salah satu pasar bersejarah di Kota Bukittinggi khususnya dan Sumatera Barat umumnya. Aktifitas ekonomi yang cukup tinggi dengan berbagai komoditas perdagangan dan jasa penunjang lainnya menjadikan pasar ini merupakan urat nadi perekonomian kota Bukittinggi. Seiring berjalan waktu, dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan dinamika perkembangan kota, semakin hari kondisi kawasan pasar atas semakin bertambah padat.

Keadaan semakin menurun karena umur konstruksi bangunan yang sudah mencapai 43 tahun.

Bangunan ini telah mengalami beberapa kali gempa serta bencana kebakaran besar sejak tahun 1995 dan dua tahun berikutnya pada tanggal 15 Agustus 1997. Hingga pada tanggal 30 Oktober 2017, Pasar Atas Bukit Tinggi kembali mengalami bencana kebakaran besar yang berdampak pada ketidaklayakan bangunan tersebut untuk dapat menampung beban rencana. Hal ini semakin memperburuk kondisi bangunan selain umur konstruksi bangunan yang memang sudah cukup tua.

Sesuai arahan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia dalam kunjungan pasca kebakaran di Pasar Atas bahwa perlu penanganan bersama Pemerintah Pusat dan Propinsi serta Pemerintah Kota Bukittinggi dalam upaya pembangunan kembali. Pembangunan dititikberatkan pada bagaimana  memulihkan perekonomian dengan berfungsinya kembali pasar tersebut. Seluruh pekerjaan nantinya harus menggunakan dana Pemerintah Daerah yang juga akan dibantu Pemerintah Pusat tanpa menggunakan dana investor.

Sejak dibangun pada tahun 1974, pasar ini didirikan di lahan seluas 1,03 Ha yang terdiri dari beberapa kios/petak toko sejumlah ±771 unit serta fasilitas penunjang seperti parkir serta escalator dan lift.

Pemerintah Kota Bukittinggi cukup memberikan perhatian besar terhadap bangunan yang telah mengalami bencana kebakaran ini. Pada tahun ini, Pemerintah Bukittinggi dalam APBD Tahun 2018 telah menganggarkan kegiatan untuk pembangunan kembali. Hal ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi pada tahun 2017 untuk segera menyusun dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan pelaksanaan fisik di tahun 2018 sesuai arahan dan kesepakatan bersama Kementerian PUPR tanggal 30 Oktober 2017 yang lalu.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR telah melakukan audit terhadap bangunan Pasar Atas Bukittinggi dengan hasil antara lain sistem proteksi kebakaran yang tidak berfungsi dengan baik, beberapa elemen struktur beton tidak memenuhi standar SNI dan mengalami penurunan kekuatan yang signifikan. Rekomendasi berdasarkan hasil audit tersebut mengakibatkan bangunan ini harus didemolisi dan dibangun baru.

Pengembangan luas lahan perencanaan menjadi lebih kurang 1,4 Ha dibandingkan luas lahan eksisting 1,03 Ha. Selain itu, tapak perencanaan direncanakan akan mengalami pergeseran ± 10 m kebelakang untuk lebih memperluas areal pedestrian jam gadang. Lantai yang semula dirancang sebagian untuk basement dan sebagian untuk kios/lapangan harian ukuran 1,5x2 m, keseluruhan direncanakan untuk basement/parkir.

Dikutip melalui harian online kaba12.co.id (30/01/18), Iwan Suprijanto selaku Direktur Bina Penataan Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR saat berkunjung ke Bukittinggi menghimbau kepada Pemerintah Daerah agar dapat mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali Pasar Atas Bukittinggi dengan waktu yang tidak terlalu lama. Selain itu, Iwan mengarahkan untuk dapat memperhatikan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal.

Pada kesempatan tersebut, Iwan menegaskan Kementerian PUPR mendukung adanya percepatan pembangunan kembali Pasar Atas Bukittinggi. Hal ini disambut baik oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dengan segera memenuhi semua administrasi yang dibutuhkan oleh Kementerian PUPR. Rencana pelaksanaan Groundbreaking Pasar Atas Bukittinggi diusulkan oleh Walikota Bukittinggi pada tanggal 9 Februari 2018 bersamaan dengan Groundbreaking RSUD Kota Bukittinggi.(*AK)

Berita Terkini

Infografis Bina Penataan Bangunan

Fakta Bang Unan

Lawang Sewu menjadi ikon kota Semarang ini cukup seram juga. Dengan adanya banyak pintu, maka bangunan ini dinamai Lawang Sewu alias Seribu Pintu. Proses pembangunannya pun hanya membutuhkan waktu 3 tahun dari 1904 sampai 1907.

Tanya Jawab Kepada Bang Unan


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Direktoran Bina Penataan Bangunan

Jl. Pattimura No. 20 Jakarta Selatan
Phone : (021) 727-97233
Fax : (021) 727-97233
Email : rentekturpbl@gmail.com

Statistik Pengunjung

Visitor : 1
Hits : 98660
Today : 22
Online : 1