Direktorat Jenderal Cipta Karya memulai kegiatan pembinaan dengan memanfaatkan teknologi informasi, yaitu melalui video teleconference. Teknologi tersebut sudah diterapkan pada pembinaan Satu Data bidang infrastruktur permukiman yang diikuti oleh seluruh Balai Prasarana Permukiman Wilayah seluruh provinsi di Indonesia selama dua hari (20 – 21 Agustus 2019).


Dengan adanya video teleconfrence diharapkan memberikan dampak pada efisiensi, penurunan biaya, dan perbaikan proses pelaksanaan pembinaan di lingkungan Ditjen Cipta Karya. Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman melalui Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Data dan Sistem Informasi, Sri Murni Edi K, menegaskan penerapan revolusi industri 4.0 di lingkungan Ditjen Cipta Karya sudah didukung dengan perangkat teknologi komunikasi yang handal.


“Kondisi ini harus kita manfaatkan, salah satunya dengan melakukan kegiatan pembinaan dalam rangka memperkuat fungsi Balai PPW provini dalam menerapkan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data”, ujar Sri Murni.


Sri Murni menambahkan, pembinaan Satu Data yang serentak diikuti oleh 34 Balai PPW bertujuan untuk memperkuat fungsi Balai dalam melaksanakan tiga fungsi pengelolaan data yang akan dilaksanakan di masing-masing wilayahnya. Pertama, mengevaluasi status pengisian data oleh Kabupaten/Kota ke dalam Sistem lnformasi lnduk. Kedua, konsolidasi satu data bidang Cipta Karya di masing-masing wilayah yang melibatkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Ketiga, verifikasi data dalam sistem informasi induk bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dengan mengacu kepada mekanisme kerja dan tata kelola yang diatur.


Melalui video teleconference tersebut, kegiatan pembinaan menghasilkan arahan dan mekanisme yang jelas dalam melakukan validasi dan verifikasi data, identifikasi capaian kinerja bidang infrastruktur permukiman yang dibiayai oleh nonAPBN, dan meningkatkan penginputan data dalam sistem informasi yang sudah dibangun.

Share :