Infrastruktur sebagai sistem di dalam suatu ruang dan kegiatan, memiliki peran penting terhadap perubahan kemakmuran wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Peran infrastruktur terhadap perkembangan wilayah dan kota memiliki kontribusi yang sangat signifikan, baik pada aspek perekonomian, sosial-kema

<p style="text-align: justify;">Infrastruktur sebagai sistem di dalam suatu ruang dan kegiatan, memiliki peran penting terhadap perubahan kemakmuran wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Peran infrastruktur terhadap perkembangan wilayah dan kota memiliki kontribusi yang sangat signifikan, baik pada aspek perekonomian, sosial-kemasyarakatan, maupun kelestarian lingkungan.Dalam proses peyusunan anggaran negara, pemerintah telah menerapkan pendekatan penganggaran berbasis kinerja yang merupakan suatu pendekatan dalam penyusunan anggaran yang berorientasi pada kinerja atau prestasi kerja yang ingin dicapai.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung Heru Wahyudi pada acara Workshop Sosialisasi e-Monitoring, SAIBA, SIMAN, SIMEKA dan SIPPA TA. 2016,di Bandar Lampung, Rabu(20-21/07/2016).</p> <p style="text-align: justify;">Heru mengatakan peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Sektor Publik menjadi semakin signifikan. Dalam perkembangannya, APBN telah menjadi instrumen kebijakan multi fungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bernegara. Oleh karena itu, agar fungsi APBN dapat berjalan secara optimal, maka sistem anggaran dan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran harus dilakukan dengan cermat dan sistematis.Pendekatan penganggaran berbasis kinerja antara lain mewajibkan pengguna APBN untuk menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada publik.</p> <p style="text-align: justify;">Disamping pelaporan keuangan, aspek pelaporan mengenai progress pelaksanaan kegiatan berikut dokumentasinya, penyerapan dana kegiatan serta pelaporan penggunaan dan pemanfaatan dana APBNmenjadi komponen pentingyang diperlukan dalam kegiatan monitoring danpengendalian kegiatan sehingga akan memberikan gambaran serta penilaian terhadapkinerja dari masing masing daerah,ungkap Heru.</p> <p style="text-align: justify;">Laporan e-Monitoring merupakan proses pelaporan terhadap kondisi/progress fisik dan keuangan dari kegiatan yang didanai dari APBN, sehingga dapat mempermudah proses evaluasi terhadap kesesuaian rencana dan realisasi pelaksanaan pembangunan fisik TA 2016.</p> <p style="text-align: justify;">Dinamisnya sistem pembangunan yang telah dilaksanakan, tidak hanya mempengaruhi sistem pemantauan yang terjadi di lingkup kementerian/lembaga pemerintah. Sistem perencanaan, pemrograman dan evaluasi juga mengalami perkembangan yang mengarah pada pemanfaatan sistem informasi berbasis web. Di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, pemanfaatan sistem informasi berbasis web dimaksudkan untuk mendukung pengumpulan data dan konsolidasi data perencanaan yang mencakup data RPIJM dan MP serta penilaian dan kondisi profil daerah yang dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Penganggaran(SIPPA)serta aplikasi Sistem Informasi Menejemen Evaluasi Kinerja(SIMEKA).(Methariska Randal Lampung/ari)</p>