Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Bidang Cipta Karya Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatanFocus Group Discussion(FGD) Penyelenggaraan Penyiapan Pedoman Evaluasi Kinerja Satker pada Ditjen Cipta Karya yang diselenggarakan oleh Direkt

<p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Bidang Cipta Karya Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan<em>Focus Group Discussion</em>(FGD) Penyelenggaraan Penyiapan Pedoman Evaluasi Kinerja Satker pada Ditjen Cipta Karya yang diselenggarakan oleh Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (Dit. KIP),Kamis (21/7/2016) di Banjarmasin.</p> <p style="text-align: justify;"></p> Kepala Satker Randal Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh PPK Pengendalian Isma Agrianti mengatakan kegiatan ini diadakan oleh Direktorat KIP sebagai bentuk pemenuhan target dari Renstra Kementerian PUPR tahun 2015-2019 yang mengamanatkan akses air minum dan sanitasi untuk seluruh masyarakat Indonesia serta tidak adanya permukiman kumuh di Indonesia pada tahun 2019 atau pencapaian target universal 100-0-100. <p style="text-align: justify;">Dalam rangka pemenuhan target tersebut, kinerja Satker perlu dievaluasi, tetapi pedoman untuk mengevaluasi kerja Satker belum ada, sehingga perludisiapkanpedoman evaluasi Satker, jelas Isma.</p> <p style="text-align: justify;">Acara diikuti oleh Satker APBN Bidang Cipta Karya di Provinsi Kalimantan Selatan. Diharapkan melalui kegiatan initugas dan fungsiSatkerdapat dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasihubungan kerjaSatkerdengan pihak-pihak terkait dalam proses penyelenggaraan infastruktur permukiman, mengidentifikasipeta dan pola SDM padaSatkerdi lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karyaserta tersusunnyamateri teknis prosedur evaluasi kinerjadanpedoman evaluasi kinerja Satker pada Ditjen Cipta Karya. Tujuannya agarkinerja Satkerdapat diukursehingga dapat melaksanakan pembinaanterhadap organisasi dan sumber daya manusia penyelenggara Satker, tukas Isma.(HRD Kalsel/ari)</p>