Dalam proses finalisasi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mamuju Tahun 2016-2021 diperlukan sinkronisasi program pembangunan infrastruktur daerah khususnya pada Bidang Cipta Karya yang ada di Kabupaten Mamuju. Hal tersebut dikatakan Bupati Mamuju Habsi Wahid,

<p style="text-align: justify;">Dalam proses finalisasi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mamuju Tahun 2016-2021 diperlukan sinkronisasi program pembangunan infrastruktur daerah khususnya pada Bidang Cipta Karya yang ada di Kabupaten Mamuju.</p> <p style="text-align: justify;"></p> Hal tersebut dikatakan Bupati Mamuju Habsi Wahid, dalam Rapat Koordinasi dengan Satuan Kerja Cipta Karya Provinsi Sulawesi Barat, di Mamuju, Senin (25/07/2016). <p style="text-align: justify;">Program kerja prioritas Kabupaten Mamuju yang dikenal dengan istilah Mamuju Mapaccing yang artinya Mamuju Bersih perlu mendapat dukungan dari Satker yang terkait, dalam hal ini satker PSPLP Provinsi Sulawesi Barat, ujar Habsi.</p> <p style="text-align: justify;">Habsi meminta kepada semua Satker Cipta Karya untuk menyampaikan paket pekerjaan tahun 2016 yang ada di Kabupaten Mamuju untuk mengetahui sampai dimana progres pelaksanaannya. Selain itu, diharapkan semua perencanaan tahun 2017 sinkron dengan perencanaan yang ada di Dinas PU Kabupaten Mamuju agar tidak adanya kesamaan pekerjaan antara pekerjaan APBN dan APBD, serta koordinasi dari pihak Satker dengan kabupaten dapat lebih ditingkatkan.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara, Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP)Provinsi Sulawesi Barat,Abdul Rahman menyampaikan, paket pekerjaan Bidang Cipta Karya tahun 2016 di Kabupaten Mamuju antara lain yaitu pembangunan TPS 3R, pembangunan Sanimas, dan pembangunan drainase di lingkungan Kota Mamuju, peningkatan kualitas permukiman kumuh, dan pembangunan jalan poros beserta bangunan pelengkpanya pada kawasan minapolitan.</p> <p style="text-align: justify;">Slain itu, terdapat pembangunan SPAM IKK di Kecamatan Bonehau kapasitas 10 liter/detik, bantuan program penyehatan PDAM, pengembangan jaringan perpipaan IKK Bonehau dan pemanfaatan<em>idle</em>di Kecamatan Papalang dan Bonehau, jelas Rahman.(wnd_randalsulbar/bns).</p>