Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mentargetkan penyerapan 96 persen dari total pagu APBN sebesar Rp22 Triliun. Hingga berita ini diturunkan, seperti dilaporkan melalui e-monitoring status progress penyerapan baru 72 persen, atau masih menyisakan deviasi 9 persen dari pelapor

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/12/data1.jpg"></a>Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mentargetkan penyerapan 96 persen dari total pagu APBN sebesar Rp22 Triliun. Hingga berita ini diturunkan, seperti dilaporkan melalui e-monitoring status progress penyerapan baru 72 persen, atau masih menyisakan deviasi 9 persen dari pelaporan manual yang mencapai 81 persen. Direktur Bina Program Antonius Budiono mengakui pencapaian tersebut terutama diakibatkan pelaksanaan program kompensasi BBM yang dijalankan melalui program percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman (P4IP). Pelaksanaan P4IP baru dimulai efektif November 2013. Menteri PU sudah paham dengan yang terjadi dengan penyerapan Ditjen Cipta Karya. Namun kita harus jujur dan optimistis memasang prognosis saat Bapak Dirjen Cipta Karya memberi laporan kepada Bapak Menteri di Rakertas nanti, ujar Antonius saat memberikan arahan kepada peserta Konsolidasi Data P4IP di Ruang Pendopo Kantor Kementerian PU (06/12). Dengan target tersebut, Anotonius mengingatkan masih ada sisa 24 persen yang harus dikejar dalam waktu kurang dari setengah bulan ini. Maka dengan konsolidasi yang diikuti oleh semua Satker Randal dan Satker PIP kabupaten/kota ini diharapkan disepakati langkag-langkah percepatan. Pada kesempatan yang sama, Antonius menyinggung DIPA 2014 yang akan diserahkan ke Kementerian PU pada 10 Desember 2013. Dengan keluarnya DIPA 2014 tersebut, jajaran Ditjen Cipta Karya harus siap-siap mengikuti instruksi Menteri untuk melakukan pelelangan awal. Kita harus siap bagaimana memasukkan paket kegiatan dalam e-procurement dan kapan akan dilelangkan. Semua akan dilaporkan kepada Bapak Menteri PU di Rakertas nanti, tutupnya. (bcr)