Mengawali tahun anggaran 2014, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mengusung tujuh semangat perbaikan. Anggaran tahun 2014 sebesar Rp16.983.292.000.000 tahun ini harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dengan meningkatkan kinerja aparatur dan mencapai outcome yang lebi

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/01/raker1.jpg"></a>Mengawali tahun anggaran 2014, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mengusung tujuh semangat perbaikan. Anggaran tahun 2014 sebesar Rp16.983.292.000.000 tahun ini harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dengan meningkatkan kinerja aparatur dan mencapai outcome yang lebih terukur. Semangat tersebut disampaikan Dirjen Cipta Karya, Imam S. Ernawi, dalam Rapat Evaluasi Kegiatan 2013 dan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2014 di Tangerang, Jumat-Sabtu (24-25/1). Berikut adalah tujuh semangat Ditjen Cipta Karya dalam mengawal anggaran di tahun-tahun mendatang. Pertama, aparat Ditjen Cipta Karya harus bisa mentransformasikan nilai-nilai yang baik di bidang permukiman kepada para stakeholders (mitra). Sebagai organisasi, Ditjen Cipta Karya harus mampu membuktikan perwujudan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Kedua, Ditjen Cipta Karya harus mampu memaksimalkan Perencanaan (Planning), Pemrograman (Programming), dan Penganggaran (Budgeting). Setiap unit kerja harus mampu membuktikan bahwa program yang direncanakan memang layak mendapatkan alokasi anggaran yang diterima. Ketiga, dengan perencanaan, pemrograman, dan penganggaran yang baik akan menjamin organisasi menjadi lebih baik. Pembagian peran sub direktorat maupun seksi di tiap unit kerja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun harus tetap kreatif dalam melaksanakan tugasnya. Keempat, Ditjen Cipta Karya harus memiliki <em>grand design</em> yang baik dalam membina Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu upayanya dengan memaksimalkan keberadaan Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B) yang ada di tiap provinsi. Kelima, fungsi Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan (Turbinwas) harus menghasilkan produk yang terukur. Sebagai informasi, dengan dinamika anggaran dalam kurun waktu 2009-2014, Ditjen Cipta Karya memegang total anggaran di atas jumlah yang tercantum dalam Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Terkait ini, Ditjen Cipta Karya juga harus memiliki manual mutu kegiatan yang dilakukan di derah. Keenam, anggaran besar harus dipertanggungjawabkan kepada publik dengan cara mengelola informasi yang baik untuk membangun citra Ditjen Cipta Karya yang positif. Ketujuh, setiap unit kerja harus meningkatkan tata kelola yang baik. Dengan program dan anggaran yang besar seharusnya diimbangi dengan produktifitas pegawai, kesejahteraan yang layak, dan kenyamanan bekerja. (Datin CK)