Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mendukung kegiatan 2014 di 176 Kabupaten/Kota Strategis Nasional (KSN). Karena itu diperlukan peran Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) untuk memantau pelaksanaan program agar leb

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/01/randal1.jpg"></a>Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mendukung kegiatan 2014 di 176 Kabupaten/Kota Strategis Nasional (KSN). Karena itu diperlukan peran Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) untuk memantau pelaksanaan program agar lebih terlihat outcome (manfaatnya). Dalam arah kebijakannya, Ditjen Cipta Karya menetapkan 94 kabupaten/kota ke dalam Klaster A prioritas 2014. Kabupaten/kota tersebut termasuk dalam lingkup Pusat Kegiatan Nasional (PKN), Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), Kawasan Strategis Nasional, MP3EI dan Kawasan Perhatian Investasi (KPI), mereka disyaratkan memiliki Perda RTRW dan Perda Bangunan Gedung. Sedangkan 82 kabupaten/kota lainnya termasuk dalam Klaster B yang hanya memiliki Perda RTRW. Hal itu dikemukakan Direktur Bina Program Antonius Budiono pada Workshop Penguatan Peran Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) di Jakarta (29/1). Tidak semua KSN siap melaksanakan program-program keterpaduan bidang Cipta Karya. Namun saya mengimbau Satker Randal untuk memantau berapa persen perwujudan outcome dari implementasi program di daerah yang termasuk KSN, kata Antonius. Antonius juga meminta Satker Randal provinsi untuk mengidentifikasi KSN mana saja yang akan dibangun hingga lima tahun ke depan. Pada 2014, Ditjen Cipta Karya akan fokus dulu pada Kawasan Pusat Kota dan KSN yang tergolong Kota Pusaka (heritage). (bcr)