Pemerintah Indonesia menegosiasikan bantuan Asian Development Bank (ADB) untuk membangun lima Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lima kota. Negosiasi dilakukan pada Selasa (28/1) untuk program Metropolitan Sanitation Management Investment Program (MSMIP) antara Pemerintah Indonesia dan ADB.

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/01/adb1.jpeg"></a>Pemerintah Indonesia menegosiasikan bantuan Asian Development Bank (ADB) untuk membangun lima Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lima kota. Negosiasi dilakukan pada Selasa (28/1) untuk program <em>Metropolitan Sanitation Management Investment Program</em> (MSMIP) antara Pemerintah Indonesia dan ADB. Tim Negosiasi Pemerintah Indonesia dipimpin oleh Direktur Pinjaman dan Hibah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang didampingi oleh Direktur Permukiman dan Perumahan BAPPENAS dan Direktur Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Direktur Bina Program Antonius Budiono mengatakan, kegiatan MSMIP merupakan program yang bertujuan untuk mendorong investasi di sektor sanitasi, khususnya air limbah dengan membangun IPAL. Lima kota yang mendapatkan bantuan antara lain Cimahi, Palembang, Makassar, Jambi dan Pekanbaru. Jangka waktu kegiatan ini adalah 7 tahun, dimulai tahun 2014 ini sampai tahun 2020. Pembangunan IPAL di lima kota tersebut akan memberikan manfaat langsung kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Diperkirakan 70.373 rumah tangga di perkotaan (312.000 jiwa) dan 12.780 bangunan komersial akan menerima manfaat ini. Selain itu program ini menyentuh 10%-28% masyarakat miskin di setiap kota, ujar Antonius. Kegiatan MSMIP akan dibiayai melalui pinjaman ADB sebesar USD 120 Juta yang terdiri dari <em>Asian Development Bank Ordinary Capital Resources</em> sebesar USD 80 Juta<em> </em>dan<em> Asian Infrastructure Fund</em> sebesar USD 40 Juta. Jangka waktu pengembalian pinjaman ini adalah 10 tahun. (Datin CK)