Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus berupaya untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat, layak huni dan berkelanjutan. Salah satunya melalui program Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project (NUSSP) -Phase II yang dibiayai melalui pinjaman Asian De

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/01/nussp4.jpeg"></a>Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus berupaya untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat, layak huni dan berkelanjutan. Salah satunya melalui program <em>Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project </em>(NUSSP) <em>-Phase II </em>yang dibiayai melalui pinjaman <em>Asian Development Bank </em>(ADB) yang menyasar 20 kabupaten/kota dalam empat tahun mendatang. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pada Rabu (29/1) di <em>Asian Development Bank Indonesia Resident Mission</em> telah dilaksanakan negosiasi untuk program NUSSP<em> </em>Fase 2 antara Pemerintah Indonesia dan Asian Development Bank. Tim negosiasi Pemerintah Indonesia dipimpin oleh Direktur Pinjaman dan Hibah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Ayu Sukorini dan didampingi oleh Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Nugroho Tri Utomo, Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Antonius Budiono, dan Direktur Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya Maliki Moersid. Menurut Antonius Budiono, kegiatan NUSSP Fase 2 merupakan program yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan perumahan sehat, layak dan berkelanjutan melalui sistem perencanaan yang terpadu serta meningkatkan kapasitas infrastuktur perumahan dan permukiman di 20 Kota/Kabupaten di Indonesia. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 4 tahun yaitu Tahun 2014 2018. Direncanakan, pembangunan lingkungan permukiman sehat dan layak ini akan meliputi 20 kabupaten/kota dan mencakup luasan kawasan kumuh sebesar 3.000 Ha (300 Kelurahan) yang memberikan manfaat kepada 55.000 Kepala Keluarga miskin serta membangun 845 unit rumah tipe 27/90. Selain itu kegiatan ini juga akan membangun kawasan pemukiman baru di 5 lokasi NSD (<em>New Site Development</em>). Kegiatan NUSSP Fase 2 akan menelan biaya<em></em>sebesar USD 74,4 Juta. Jangka waktu pengembalian pinjaman ini adalah 20 tahun. (Datin CK)