Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum telah merekomendasikan kota Palembang kepada pemerintah Australia sebagai penerima manfaat untuk komponen pembangunan IPAL dan jaringan perpipaan air limbah ini melalui proses kriteria seleksi kegiatan MSMIP (Metropolitan Sanitaion Management and Invest

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/Untitled-2.jpg"></a>Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum telah merekomendasikan kota Palembang kepada pemerintah Australia sebagai penerima manfaat untuk komponen pembangunan IPAL dan jaringan perpipaan air limbah ini melalui proses kriteria seleksi kegiatan MSMIP (Metropolitan Sanitaion Management and Investment Program). Hal tersebut dikemukakan Djoko Mursito, Direktur Pengembangan PLP ( Penyehatan Lingkungan Pemukiman ) dalam Rapat Koordinasi Penyiapan Pembangunan IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ) dan Jaringan Perpipaan Air Limbah Kota Palembang Bantuan AusAID di Palembang (4/2). Djoko juga menjelaskan salah satu upaya untuk menjaga kualitas dan kuantitas sungai-sungai yang melintasi Palembang, diperlukan upaya-upaya nyata untuk mencegah pencemaran sungai yang salah satunya berasal dari pembuangan air limbah domestik, juga dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat Kota Palembang. Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Australia yang telah memberikan dukungan untuk pembangunan sektor sanitasi di Indonesia, ujarnya. Berdasarkan rekomendasi Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kota Palembang telah mendapatkan penerusan hibah dari Pemerintah Australia dalam penyusunan Wastewater Investment Master Plan (WWIMP) yang telah diselesaikan di tahun 2011. Hal serupa juga diungkapkan Chandra R P Situmorang, Kepala CPMU Hibah Air Minum dan Sanitasi dalam laporannya, mengacu pada Subsidiary Arrangement antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia mengenai Australia Indonesia Infrastructure Grants Program, khususnya hibah sektor air minum dan sanitasi. Pemerintah Indonesia memperoleh Hibah sebesar USD 190 Juta yang salah satu komponennya adalah Pembangunan IPAL dan Jaringan Perpipaan sebesar USD 30 Juta,tambahnya. Di akhir sambutannya Djoko mengharapkan dapat terjadi sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat melalui Ditjen Cipta Karya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang, dan konsultan yang membantu dalam penyusunan DED dan LARAP sehingga lebih memantapkan proses persiapan pelaksanaan kegiatan ini. Dengan terwujudnya sinergi yang baik antar para pihak yang terkait, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam mempercepat pembangunan IPAL dan jaringan perpipaan air limbah kota Palembang. (Rizky-Agung / Ari)