Dalam rangka pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Konsultan Individual Wilayah Timur, Satker Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan pembekalan kepada konsultan individual, pada Selasa (11/02). Tahun ini Randal Sul

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/tot1.jpg"></a>Dalam rangka pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Konsultan Individual Wilayah Timur, Satker Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan pembekalan kepada konsultan individual, pada Selasa (11/02). Tahun ini Randal Sulsel merekrut 15 Konsultan Individual (KI) yang terdiri dari 4 KI Perencanaan, 4 KI Pemantauan, 4 KI Evaluasi dan 3 KI Database. Kepala Satker Randal Sulsel, Sumi Heriza menyampaikan tugas dan fungsi konsultan di bidangnya masing masing seperti yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Konsultan yang terpilih tahun ini harus bekerja sesuai Tupoksi dan wilayah yang telah ditentukan sehingga mereka lebih fokus dalam melaksanakan tugas masing-masing, kata Sumi. Selain itu Sumi juga meminta agar konsultan yang terpilih mempresentasikan laporan pendahuluan atau laporan awal sesuai Tupoksi kerja mereka masing-masing. Mulai dari pelaksanaan awal sampai berakhirnya tanggal kontrak yang telah ditentukan, metode yang akan diterapkan dalam melaksanakan seluruh tugas/time schedule, dan keluaran yang akan dicapai. Selain itu para konsultan juga harus menyiapkan data-data yang akan dibawa dalam acara TOT nanti. Asisten Teknik Randal Sulsel Suryanti Adnan menambahkan dalam menempuh tahun anggaran 2014, KI merupakan konsultan yang bekerja secara individual tapi tetap merupakan bagian dari Tim Randal. KI harus berkoordinasi dengan baik dalam melaksanakan pekerjaan sehingga apa yang dilaksanakan dapat mencapai target yang diinginkan serta terwujud dan mendapat hasil yang baik ke depan. Apalagi di tahun ini Randal Sulsel memiliki satu tambahan konsultan dari 14 menjadi 15 orang sehingga dalam penginputan data, baik data dari sektor maupun dari kabupaten/kota, bisa lebih up to date untuk kelancaran percepatan pembangunan infrastruktur yang lebih lebih baik, terarah, dan terencana. (JM/Randal SulSel)