Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Prov. Jawa Timur, Gentur Prihantono, Sabtu (15/2), mengkoordinasikan penanganan tanggap darurat untuk korban erupsi Gunung Kelud. Hingga Sabtu, mobilisasi peralatan bantuan terus dilakukan dari Depo Surabaya berupa Hidran Umum (HU), Mobil Tangki

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/20140216_kelud1.jpg"></a>Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Prov. Jawa Timur, Gentur Prihantono, Sabtu (15/2), mengkoordinasikan penanganan tanggap darurat untuk korban erupsi Gunung Kelud. Hingga Sabtu, mobilisasi peralatan bantuan terus dilakukan dari Depo Surabaya berupa Hidran Umum (HU), Mobil Tangki Air, MCK Knock Down, dan Tenda Hunian Darurat. Kepala Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Ditjen Cipa Karya Prov. Jawa Timur, John Manaek, melaporkan kepada Kadis PU bahwa mobilisasi dan penempatan sempat terkendala cuaca dan arahan prioritas dari pemerintah daerah setempat. Dalam rapat yang dihadiri juga oleh para Kepala Bidang dan Kasatker Ditjen Cipta Karya Prov. Jawa Timur dibawah lingkup kerja Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur tersebut menyepakati untuk tahap awal ditargetkan akan dimobilisasi sebanyak 30 HU, 50 MCK Knock Down, 50 tenda dan 85 lampu emergency dengan koordinasi oleh Satgas Tanggap Darurat Bencana Ditjen Cipta Karya yang telah berada di lapangan semenjak Gunung Kelud Erupsi. Selain itu untuk penyediaan truk Tangki telah mampu disediakan oleh PDAM Setempat yaitu 3 truk di Kabupaten Blitar dan 2 Truk di Kabupetan Kediri sedangkan di Kabupaten Malang belum ada informasi. Tentu penyediaan infrastruktur tersebut masih sangat kurang, karena jumlah pengungsi yang besar dan menyebar, ungkap John. Dalam penanganan tanggap darurat ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur memberikan arahan agar semua lini dapat terlibat dan selalu berkoordinasi terkait pembaharuan progres penyediaan infrastruktur maupun kebutuhannya kepada Pemerintah Provinsi maupun kepada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Pada akhir rapat para kepala Bidang dan Kasatker berkomitmen untuk bekerja maksimal agar penanganan tahap tanggap darurat dapat dilalui dengan baik. Dari hasil rapat didapat informasi bahwa akan ada bantuan 300 unit MCK Knockdown dari Jawa Tengah dan 2 MTA dari Jakarta untuk melengkapi. Pasca erupsi Gunung Kelud di Provinsi Jawa Timur, pada 13 Februari 2013 pukul 22.50 Wib, telah berdampak luas pada berbagai wilayah tidak hanya di sekitar Gunung Kelud seperti Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kabupaten/Kota Malang tetapi juga mencakup wilayah yang luas akibat debu vulkanik. Dampak langsung dari erupsi Gunung Kelud pada berbagai wilayah tersebut adalah munculnya pengungsi dari warga terdapak. Jumlah pengungsi yang mencapai ribuan jiwa dan menyebar terutama di Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri tentu memerlukan penanganan darurat yang terkoordinasi. (eko_febrianto/Randal Jatim)