Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum telah merekomendasikan penerbitan Surat Penerusan Pinjaman Hibah (SPPH) air minum kerjasama Pemerintah Australia dan Indonesia tahap II untuk 94 Kabupaten/Kota. Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Antonius Budiono saat membuka sosial

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/20140217_sosialisasi_gd.jpg"></a>Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum telah merekomendasikan penerbitan Surat Penerusan Pinjaman Hibah (SPPH) air minum kerjasama Pemerintah Australia dan Indonesia tahap II untuk 94 Kabupaten/Kota. Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Antonius Budiono saat membuka sosialisasi program hibah air minum kerjasama Pemerintah Australia dan Indonesia tahap II tahun 2014, Senin (17/02) di Hotel Sahid Jakarta mengatakan jumlah dana hibah air minum bantuan Pemerintah Australia adalah sebesar AUD 80 juta. Sampai saat ini, rencana pemanfaatan hibah berdasarkan SPPH sebesar AUD 55,9 juta atau senilai dengan Rp. 559 milyar. "Untuk 94 Kab/Kota dialokasikan sambungan rumah sebanyak 217.500 SR, dan sisa dana hibah yang belum dimanfaatkan sebesar AUD 24,1 juta," ungkap Antonius Budiono. Antonius mengatakan dalam rangka optimalisasi sisa hibah, Cipta Karya memberikan kesempatan bagi Kab/Kota baru dan penambahan hibah bagi Kab/Kota yang telah mendapatkan hibah air minum dan berkinerja baik serta memiliki kemampuan dalam mengalokasikan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan siap melakukan percepatan pemasangan sambungan rumah. Menurut Antonius, program hibah air minum diprioritaskan untuk Kab/Kota yang mempunyai perhatian untuk memberikan pelayanan dasar berupa air minum kepada masyarakat berpenghasilan rendah dengan memberikan kemudahan atau pengurangan biaya perolehan sambungan baru. "Tahun ini tahun politik, saya berharap siapapun pemimpinnya, program semacam ini dapat terus berlangsung, karena untuk kepentingan orang banyak," tutup Antonius.(bns/ari)