Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi adalah kepanjangan tangan atau wakil Direktorat Bina Program Ditjen Cipta Karya di provinsi. Randal memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektifitas pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan pembangun

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/randal1.jpg"></a>Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi adalah kepanjangan tangan atau wakil Direktorat Bina Program Ditjen Cipta Karya di provinsi. Randal memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektifitas pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan pembangunan bidang Cipta Karya di daerah khususnya kepada pemerintah kabupaten/kota. "Dalam melaksanakan peran dan tugas tersebut, Satker Randal PIP Provinsi memerlukan dukungan sumber daya manusia dari luar institusi mengingat keterbatasan SDM yang ada. Untuk itu dilakukan perekrutan Konsultan Individual Satker Randal", kata Direktur Bina Program Antonius Budiono membuka Training of Trainers (TOT) Konsultan Individual Satker Perencanaan dan Pengendalian PIP Provinsi di Batam (19/02). Konsultan tersebut terdiri dari Konsultan Perencanaan, Konsultan Pemantauan, Konsultan Evaluasi dan Konsultan Database. Peran Konsultan Individual sangat penting dalam mendukung tugas keseharian Satker Randal Provinsi, dengan catatan, Satker Randal tidak diperkenankan menyerahkan seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab dan wewenangnya kepada Konsultan Individual. Satker Randal Provinsi tetap memberikan arahan dan acuan penugasan yang jelas kepada Konsultan Individual. "Oleh karena itu dibutuhkan suatu kerangka acuan kerja yang jelas, rinci dan terukur bagi seluruh konsultan individual sebagai basis untuk melaksanakan pekerjaan di tahun 2014,"tambah Antonius. Direktur Bina Program berharap melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) ini Konsultan Individual mendapatkan pengetahuan yang semakin meningkat untuk mendapatkan hasil kinerja yang semakin baik. Kegiatan TOT tersebut diikuti 115 orang, dari 13 provinsi di wilayah Sumatera dan Jawa. (ari)