Pemerintah Indonesia dan JICA (Japan International Cooperation Agency) telah menandatangani tujuh perjanjian pinjaman untuk membiayai proyek senilai USD 745 juta di Jakarta pada hari Senin 24 Februari 2014. Dalam penandatanganan tersebut Pemerintah Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Pengelol

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/20140224_jica_bsr.jpg"></a>Pemerintah Indonesia dan JICA (<em>Japan International Cooperation Agency</em>) telah menandatangani tujuh perjanjian pinjaman untuk membiayai proyek senilai USD 745 juta di Jakarta pada hari Senin 24 Februari 2014. Dalam penandatanganan tersebut Pemerintah Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan sementara JICA diwakili oleh <em>Chief Representative </em>JICA di Indonesia Sasaki Atsushi.</p> <p style="text-align: justify;">Turut hadir dalam acara tersebut mewakili Direktur Jenderal Cipta Karya, Kasubdit Kerjasama Luar Negeri Dit. Bina Program Dwityo A. Soeranto, dan Kasi Pendanaan Multilateral Dit. Bina Program Chandra R.P. Situmorang.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/20140224_jica_kcl_2.jpg"></a>Dua diantara tujuh pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendukung program Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Kedua kegiatan tersebut adalah pembangunan infrastruktur air limbah Jakarta (<em>Engineering Services</em>) <em>dan </em>Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah<em> </em>(RISE II). Kedua kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga tahun mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2017.</p> <p style="text-align: justify;">Pinjaman pertama untuk penyusunan DED (Engineering Services) Proyek Jakarta Sewerage atau pembangunan infrastruktur air limbah Jakarta dengan nilai sebesar USD 23.5 Juta. Pembangunan air limbah Jakarta merupakan salah satu <em>Flagship Project</em> dalam program <em>Metropolitan Priority Area </em>(MPA) yang mendukung pengembangan koridor ekonomi Indonesia.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/20140224_jica_ind_kcl_1.jpg"></a>Pinjaman kedua yaitu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (RISE II). Pinjaman untuk program ini sebesar USD 120 Juta yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di kawasan strategis kabupaten melalui pembangunan sarana dan prasarana sosial ekonomi. "Sarana dan prasarana inilah yang nantinya akan mendorong peningkatan ekonomi di perdesaan sehingga berperan dalam usaha mengentaskan kemiskinan," kata Dwityo dalam keterangannya.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu program RISE II akan mendukung penguatan kapasitas pemberdayaan masyarakat bersama dengan program PNPM sehingga diharapkan terbentuk keswadayaan masyarakat melalui perencanaan pembangunan partisipatif. Lokasi sasaran program akan dilaksanakan pada 237 Kecamatan di 34 Kabupaten pada 9 Provinsi antara lain Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.</p> <p style="text-align: justify;">Sasaki Atsushi, <em>Chief Representative</em> JICA (<em>Japan International Cooperation Agency</em>) di Indonesia mengharapkan dengan RISE II dapat mengurangi kemiskinan dan mendorong pembangunan ekonomi di perdesaan. "Kami sangat berterima kasih atas persahabatan negara kami dengan negara Anda dan semoga dapat mewujudkan komitmen kami untuk menjadi mitra terpercaya dalam mensejahterakan masyarakat di Indonesia serta pengembangan infrastruktur perkotaan dan perdesaan," ungkap Sasaki.(bns)</p>