Perencanaan dan penganggaran adalah proses yang terus berlanjut. Penentuan skala prioritas program merupakan hasil telaah rencana spasial dan pembangunan kabupaten/kota, analisis kebutuhan dan rencana pengembangan sektor/komponen, kemampuan keuangan, maupun kemampuan kelembagaan. Karena itu Satua

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/02/sinkron11.jpg"></a>Perencanaan dan penganggaran adalah proses yang terus berlanjut. Penentuan skala prioritas program merupakan hasil telaah rencana spasial dan pembangunan kabupaten/kota, analisis kebutuhan dan rencana pengembangan sektor/komponen, kemampuan keuangan, maupun kemampuan kelembagaan. Karena itu Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Satker Randal PIP) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Workshop Sinkronisasi Program Tahun 2015 di Batu, Kabupaten Malang (26/2/2014) untuk mengakomodir masukan-masukan dari daerah. Workshop Sinkronisasi Program 2015 kali ini dihadiri oleh Satgas RPIJM dari Bappeda/Bappeko dan Dinas PU dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur beserta semua Satker bidang Cipta Karya selama dua hari yaitu 26 27 Februari 2014. Dalam pembukaan workshop, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, Baju Trihaksoro, menegaskan bahwa proses sinkronisasi program itu penting, karena dari proses ini prioritas pembangunan ke-Cipta Karya-an yang terpadu dan tepat manfaat dapat dicapai. Harus ada penanganan-penanganan khusus pada kawasan bencana erupsi Gunung Kelud dan kawasan-kawasan lain yang rawan bencana, ujarnya. Selanjutnya, Kasatker Randal PIP Provinsi Jawa Timur, Suyanto, memberikan materi tentang pentingnya sinkronisasi program, materi keterpaduan pada Kawasan Strategis Kabupaten/Kota (KSK), Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) dan aplikasi SIP dan SIPA. Materi yang disampaikan tersebut cukup banyak mengundang pertanyaan dari kabupaten/kota, terutama tentang keterpaduan KSK dan RPI2JM. Perwakilan Subdit Program dan Anggaran Ditjen Cipta Karya, Dodi Priyono, memaparkan proses penganggaran mulai dari proses di kabupaten/kota, provinsi dan nasional, baik yang berkaitan dengan Konreg maupun Musrenbang. Narasumber lain, Kepala Bidang Tata Ruang dan seluruh Satker bidang Cipta Karya Provinsi Jawa Timur menyampaikan tentang rencana program prioritas yang harus menjabarkan skenario pengembangan kota dan pengembangan sektor bidang Cipta Karya yang terpadu, mekanisme pendanaan, dan kemungkinan pembiayaan pembangunan, serta pemenuhan persyaratan <em>readiness criteria</em>. (eko febrianto_Randal Jatim)