Konsultasi Regional (Konreg) Wilayah 1 Sumatera yang diadakan di Palembang Selasa (4/3) telah usai, acara yang dibuka oleh Dirjen Cipta Karya, Imam S Ernawi pada hari Senin 3 Maret 2014 dihadiri oleh peserta dari pusat dan 10 Provinsi se-Sumatera. Konreg ini merupakan titik awal tujuan pembangunan y

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/03/20140305_konreg_tutup_sumsel.jpg"></a>Konsultasi Regional (Konreg) Wilayah 1 Sumatera yang diadakan di Palembang Selasa (4/3) telah usai, acara yang dibuka oleh Dirjen Cipta Karya, Imam S Ernawi pada hari Senin 3 Maret 2014 dihadiri oleh peserta dari pusat dan 10 Provinsi se-Sumatera. Konreg ini merupakan titik awal tujuan pembangunan yang mensinergikan kebijakan, strategi dan konsepsi program Cipta Karya khususnya yang dilaksanakan pada TA 2014 dan yang akan dilaksanakan pada TA 2015.<strong></strong></p> <p style="text-align: justify;">Dalam penutupan acara Konreg, dihasilkan isu strategis kewilayahan dimana wilayah Sumatera masih terdapat kesenjangan pembangunan perkotaan, baik dari segi pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita maupun penduduk miskin.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/03/20140305_konreg_tutup_sumsel_2_kecil.jpg"></a>Antonius Budiono, Direktur Bina Program mengatakan kota-kota yang berada di kawasan wilayah timur Pulau Sumatera merupakan kota-kota yang tingkat pertumbuhannya cepat seperti Medan, Pekanbaru, Batam, Tanjung Pinang dan Kepulauan Natuna di Kepulauan Riau.</p> <p style="text-align: justify;">Sedangkan wilayah barat Sumatera merupakan kota-kota yang lambat pertumbuhannya seperti Bengkulu, kota-kota kecil yang berada dikawasannya. "Kesenjangan perkembangan antar kota disebabkan oleh kesenjangan pembangunan antar wilayah, dan penyebaran investasi yang tidak merata," ujar Antonius.</p> <p style="text-align: justify;">Selain terkait isu kewilayah dan sektor, Antonius mengatakan masih banyaknya kabupaten/kota yang belum memiliki Perda RTRW dan Tata Ruang Kawasan serta pengembangan kegiatan infrastruktur bidang Cipta Karya. Dalam acara ini juga dibahas mengenai pelaksanaan kegiatan TA 2014 untuk Klaster A dan B serta Klaster C dalam Pemenuhan SPM, serta sistem <em>Delivery </em>Randal mengenai <em>Updating </em>terhadap Dokumen RPI2JM Bidang Cipta Karya serta Tata Kelola <em>Time Frame </em>Evaluasi terhadap RPI2JM pada Juni Tahun 2014 dengan melakukan Updating terhadap Profil Kabupaten/Kota dan data sektor per Kabupaten/Kota.(Rizky/Randal Sumsel/bns)</p>