Randal Jateng mengadakan Workshop e-Monitoring Online, DAK dan SAI mulai Selasa (11/03/2014). Dalam pelaksanaan workshop ini, penekanan utamanya pada kegiatan administrasi, sehingga kewajiban pelaporan baik keuangan, pelaporan tentang aset maupun pelaporan fisik kegiatan dapat berjalan dengan te

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/03/20140313_workshop_tot_e-mon_reg_dan_dak_bsr.jpg"></a> Randal Jateng mengadakan Workshop e-Monitoring Online, DAK dan SAI mulai Selasa (11/03/2014). Dalam pelaksanaan workshop ini, penekanan utamanya pada kegiatan administrasi, sehingga kewajiban pelaporan baik keuangan, pelaporan tentang aset maupun pelaporan fisik kegiatan dapat berjalan dengan tertib. Dalam pelaporan administrasi Kementerian PU sudah secara baku dan terstruktur mengacu pada sistem pelaporan elektronik atau e-Monitoring sedangkan untuk sistem keuangan dan aset telah mengacu pada SAI dan SIMAK BMN dari Kementerian Keuangan. Mengacu pada sistem pelaporan tersebut, maka workshop ini diarahkan khusus pada para petugas yang berkaitan dengan pelaporan kegiatan yang ada di kabupaten/kota, khususnya untuk petugas pelaporan e-Monitoring Reguler dan e-Monitoring DAK serta petugas pelaporan keuangan SAI-SIMAK BMN. PPK Satker Randal PIP Jawa Tengah Arief Djatmiko menyampaikan review kegiatan di tahun 2013, terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan tertib administrasi, diantaranya yaitu tentang pelaporan e-Monitoring Reguler pada Satker PIP kabupaten/kota yang digunakan untuk memonitor kegiatan pemberdayaan, terdiri dari kegiatan PPIP, PNPM Mandiri Perkotaan (P2KP), PAMSIMAS dan kegiatan SPBM-USRI. "Adanya beberapa kabupaten/kota yang belum mengisi Rencana Keuangan dan Rencana Fisik harus dipercepat, karena dokumen tersebut harus diselesaikan oleh Satker PIP kabupaten/kota sebelum mulai pelaksanaan kegiatan Tahun 2014," tegas Arief. Acara ini dilanjutkan dengan <em>d</em><em>esk </em>kabupaten/kota yang dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas DAK, e-Monitoring Reguler dan SAI-SIMAK BMN. Hal ini dimaksudkan agar petugas kabupaten/kota bisa lebih efektif untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar. Dengan pelatihan ini diharapkan Petugas yang mengelola e-Monitoring Reguler dan DAK, serta petugas SAI-SIMAK BMN dapat menjadi petugas yang profesional dibidangnya. "Dan dengan meningkatnya kemampuan petugas pelaporan, diharapkan upaya dukungan pemerintah pusat terhadap pencapaian visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah khususnya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat baik perdesaan maupun perkotaan serta peningkatan akses layanan akan semakin terwujud sesuai dengan sasaran," harap Arief. (tata/bns)