Direktorat Bina Program, melalui Subdit Evaluasi Kinerja, mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Penyiapan Pedoman Evaluasi Kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya di Jakarta, Selasa (25/03/2014). FGD ini dihadiri oleh Kasubdit Perencanaan Teknis, Kasubdit Pengaturan dan Pembinaan Kelembagaan di l

<p style="text-align: justify;">Direktorat Bina Program, melalui Subdit Evaluasi Kinerja, mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Penyiapan Pedoman Evaluasi Kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya di Jakarta, Selasa (25/03/2014).</p> <p style="text-align: justify;">FGD ini dihadiri oleh Kasubdit Perencanaan Teknis, Kasubdit Pengaturan dan Pembinaan Kelembagaan di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kepala Bidang Kajian Kebijakan dan Program BPPSPAM, Kepala Bagian Keuangan Setditjen. Cipta Karya dan perwakilan Subdit-Subdit di lingkungan Direktorat Bina Program.</p> <p style="text-align: justify;">FGD yang dibuka oleh Kasubdit Evaluasi Kinerja diwakili oleh Kasi Air Minum dan PPLP Desrah Sibarani ini dilaksanakan dalam rangka menyiapkan pedoman evaluasi kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya. Forum ini merupakan ajang untuk mendapatkan masukan dari para evaluator di masing-masing Direktorat, termasuk kendala, manfaat, maupun teknik analisis dalam melakukan proses evaluasi, khususnya pada evaluasi pelaksanaan output Rencana Strategis (Renstra) 2010-2014. Dengan FDG ini diharapkan akan tersusunnya pedoman evaluasi yang baku dan mudah digunakan oleh seluruh pelaku evaluator di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, kata Desrah.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk memberikan standar yang baku terhadap proses evaluasi di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, maka diperlukan sebuah pedoman operasional evaluasi hasil pembangunan infrastruktur ke-Cipta Karya-an. Pedoman evaluasi ini disusun untuk memberikan sebuah panduan operasional yang jelas terhadap mekanisme evaluasi. Selama ini, belum terdapat pedoman operasional yang dapat diacu oleh evaluator di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, baik Direktorat Bina Program maupun Direktorat sektor. Hal tersebut menyebabkan tingkat kedalaman evaluasi kinerja output masing-masing Direktorat berbeda-beda, tidak seragam, bahkan terkadang tumpang tindih,tutur Desrah.</p>