Australia Indonesia Senior Officials Meeting (SOM) merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam rangka membahas program-program kerjasama antar kedua negara. Pada pertemuan tersebut delegasi Indonesia dipimpin oleh Wismana Suryabrata, Deputi Pe

<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140401_foto_som_pak_chandra_edit_gede.jpg"></a>Australia Indonesia Senior Officials Meeting (SOM)</em> merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam rangka membahas program-program kerjasama antar kedua negara. Pada pertemuan tersebut delegasi Indonesia dipimpin oleh Wismana Suryabrata, Deputi Pendanaan Pembangunan, Bappenas dengan anggota yang terdiri dari perwakilan Kementerian/Lembaga terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri.</p> <p style="text-align: justify;">Acara yang dilaksanakan di Yogyakarta, Jumat (21/03/2014) tersebut dihadiri oleh delegasi Pemerintah Australia dipimpin oleh James Gilling, Minister Development Cooperation, Australian Embassy dengan anggota yang terdiri dari para pejabat di<em>Departement of Foreign Affairs and Trade</em>(DFAT), dan Kedutaan Besar Australia di Indonesia.</p> <p style="text-align: justify;">Pemerintah Indonesia saat ini sedang dalam proses penyusunan rancangan teknokratik RPJMN. Rancangan RPJMN ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kerjasama pembangunan Indonesia dengan Australia dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan nilai tambah, ungkap Wismana, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan, Bappenas.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan SOM dihasilkan beberapa kesepakatan diantaranya rencana Pemerintah Australia melalui <em>DFAT </em>untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Indonesia dalam penyusunan <em>Aid Investment Plan</em> (AIP) yang akan diterbitkan awal tahun 2015, yang merupakan acuan dalam pelaksanaan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Australia. Penyusunan AIP akan dilaksanakan mengacu pada draft RPJMN 2015-2019 yang saat ini masih dalam proses penyusunan.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu juga dibahas mengenai proses Integrasi Australian Aid (AusAID) kedalam DFAT, yang bertujuan meningkatkan efektifitas kebijakan luar negeri, perdagangan dan sasaran kerjasama maupun bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Australia kepada negara sahabat. Kedepannya, Kedutaan Besar Australia di Indonesia akan menjadi <em>focal point</em> untuk seluruh pelaksanaan kerjasama pembangunan di Indonesia.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk sektor pembangunan permukiman, Ditjen Cipta Karya menjelaskan target untuk pemenuhan 100% akses air minum dan sanitasi yang layak pada tahun 2015-2019. Kami harap hal tersebut menjadi perhatian terhadap dukungan Pemerintah Australia yang masuk dalam <em>AIP</em>, hal tersebut diungkapkan oleh Chandra R.P Situmorang Kepala CPMU Hibah Air Minum Dan Sanitasi yang mewakili Direktorat Jenderal Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kunjungan Lapangan dalam rangka Australia Indonesia Senior Officials Meeting 2014 ke lokasi Program Hibah Air Minum </strong><strong></strong></p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, dalam rangkaian Australia Indonesia Senior Officials Meeting kali ini, juga turut dilaksanakan kunjungan lapangan ke lokasi Program Hibah Air Minum, yang dilaksanakan oleh Ditjen Cipta Karya di Kelurahan Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, untuk melihat proses pelaksanaan dan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten, PDAM serta masyarakat penerima manfaat, yang diikuti oleh seluruh Delegasi Pemerintah Australia dan Indonesia.(ari/catur)</p>