Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Maluku mensosialisasikan prioritas program bidang Cipta Karya 2015-2019 kepada kabupaten/kota se-Maluku. Prioritas program bidang Cipta Karya di kabupaten/kota akan ditangani secara terpadu dan mengacu p

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140407_sinkron15c1.jpg"></a>Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Maluku mensosialisasikan prioritas program bidang Cipta Karya 2015-2019 kepada kabupaten/kota se-Maluku. Prioritas program bidang Cipta Karya di kabupaten/kota akan ditangani secara terpadu dan mengacu pada indikator pencapaian dalam rancangan Rencana Program Jangka Menengan Nasional (RPJMN) ketiga tahun 2015-2019. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Melky Lohy, dalam arahannya pada Workshop Sinkronisasi TA 2014 di Ambon, Kamis (3/4/2014), memaparkan tiga sasaran dari indikator pencapaian target RPJMN ketiga bidang Cipta Karya yang harus diselesaikan hingga tahun 2019. Pertama, berkurangnya proporsi rumah tangga yang menempati hunian dan permukiman tidak layak menjadi 0%. Kedua, meningkatnya akses penduduk terhadap air minum yang layak menjadi 100%. Ketiga, meningkatnya akses penduduk terhadap sanitasi layak menjadi 100%. Dijelaskan, capaian air minum di Provinsi Maluku hingga tahun 2013 sebesar 60% dan target tahun 2014 sebesar 63%. Sedangkan capaian sanitasi tahun 2013 sebesar 45,2% dan mentargetkan tahun 2014 sebesar 47%. Target dan capaian tersebut dinilai Melky menurun dikarenakan kurangnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Untuk itu diharapkan kepada Satker Randal dapat berperan dalam menganalisis permasalahan kabupaten/kota dan memperkuat komitmen Pemda, ujar Melky. Melky menambahkan, prioritas program bidang Cipta Karya dibagi dalam lima kluster program. Kabupaten/kota di Maluku masuk dalam tiga kluster yang terdiri dari Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah dalam Kluster A. Dalam Kluster B terdapat Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Kepulauan Aru, dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Sedangkan yang termasuk dalam Kluster C adalah Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Dalam delivery program Ditjen Cipta Karya, Klaster A menyasar kabupaten/kota strategis nasional yang menjadi Pusat Kegiatan Nasional, Pusat Kegiatan Strategis Nasional, Kawasan Strategis Nasional, MP3EI dan Kawasan Perhatian Investasi (KPI). Kabupaten/kota tersebut memiliki Perda RTRW dan Perda Bangunan Gedung. Sedangkan dalam Klaster B adalah kabupaten/kota strategis nasional yang hanya memiliki Perda RTRW. Sementara Klaster C adalah kabupaten/kota yang memiliki komitmen, pedoman rencana, dan program yang berkualitas untuk pemenuhan SPM di daerah. Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Permukiman dan Tata Bangunan (P2TB) Dinas PU Maluku, Kasrul Selang, yang sekaligus sebagai Kasatker Randal PIP, menjelaskan kegiatan sinkronisasi tersebut untuk menunjang kinerja kabupaten/kota untuk menjadi acuan apa yang akan mereka buat untuk peningkatan tahun depan. (Ramasyita_Randal Maluku/bcr)