Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo melalui Satker Randal PIP Gorontalo menyelenggarakan Workshop TOT Sistem Pelaporan e-Monitoring Regular, DAK dan SAI (SAKPA dan SIMAK-BMN) tahun 2014 Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, berlangsung di Kota Gorontalo, Jumat (11/4). Kepala Dinas PU Provinsi

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140414_gorontalo_bsr_1.jpg"></a>Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo melalui Satker Randal PIP Gorontalo menyelenggarakan Workshop TOT Sistem Pelaporan e-Monitoring Regular, DAK dan SAI (SAKPA dan SIMAK-BMN) tahun 2014 Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, berlangsung di Kota Gorontalo, Jumat (11/4).</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas PU Provinsi Gorontalo Darda Daraba diwakili Kabid. Cipta Karya Iwan Mokoginta mengatakan, pemerintah pusat dalam hal ini Ditjen Cipta Karya memiliki tanggung jawab dalam aspek turbinwas, memberikan fasilitasi, pendampingan dan bantuan agar kapasitas manajemen pembangunan daerah meningkat dengan baik. Ditjen Cipta Karya membentuk Satker Randal PIP Provinsi Gorontalo untuk melaksanakan fasilitas, pendampingan dan bantuan mulai dari aspek perencanaan, pemograman, penganggaran dan pengendalian serta aspek pemantauan hingga evaluasi kinerja.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Iwan Mokoginta mengatakan, tujuan workshop e-Monitoring Regular, DAK dan SAI adalah membantu Satker APBN Bidang Cipta Karya se-Provinsi Gorontalo dalam menyusun laporan pelaksanaan kegiatan (e-Procurement dan e-Monitoring Regular dan DAK), laporan keuangan melalui aplikasi SAI (SAKPA dan SIMAK-BMN) dan melakukan pengendalian sehingga dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan dan mendukung penilaian kinerja bidang Cipta Karya secara tepat dan akurat.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Randal PIP Gorontalo Abdul Rahman Lakadjo menambahkan tujuan dari pelaksanaan workshop untuk memahami sistem pelaporan e-Monitoring yang handal, tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, termasuk dipahaminya Aplikasi Spasialisasi dan Visualisasi berbasis WE GIS.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, diharapkan dapat tersusun dan tersampaikannya pelaporan e-Monitoring baik Regular, DAK dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI), serta terlaksananya monitoring pelaksanaan pelelangan paket kegiatan tahun 2014 dilingkungan DitjenCipta Karya yang didanai APBN, sehingga monitoring pelaksanaan fisik dan penyerapan keuangan untuk kegiatan bidang Cipta Karya yang didanai APBN dapat terlaksana.</p> <p style="text-align: justify;">Ditjen Cipta Karya adalah salah satu Satminkal dengan pagu terbesar di lingkungan Kementerian PU, sehingga kinerja Satminkal ini cukup berpengaruh terhadap kinerja Kementerian secara keseluruhan, kata Abdul Rahman.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dikatakannya, untuk memastikan pelaksanaan kegiatan Direktorat Jenderal Cipta Karya berjalan lancar, maka diperlukan sebuah system pemantauan dan pengendalian yang efektif dan efisien terhadap pelaksanaan kegiatan mulai dari tahappelelangan/pengadaan hingga pelaksanaannya. Agar proses pelaksanaan pembangunan dan penyerapan anggaran di daerah dapat dipantau dengan baik, sebuah sistem pelaporan data yang baik sangat diperlukan, agar para pimpinan di tingkat pusat dapat mengetahui dengan pasti kondisi di lapangan, ungkap Abdul Rahman.</p> <p style="text-align: justify;">Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Satker APBN Bidang CiptaKarya se-Provinsi Gorontalo serta narasumber dari Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Provinsi Gorontalo.(Diah Aprilia Bagi-Randal Gorontalo/bns)</p>