Gubernur Jabar Ahmad Heryawan membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2014 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/04). Musrenbang dihadiri oleh Kepala Bappenas yang diwakili oleh Deputi Sarana dan Prasarana, perwakilan Ditjen Kesbang Linmas Kemendagri, BPK RI perwakilan Jawa Barat,

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140415_randal_bandung_gede2.png"></a>Gubernur Jabar Ahmad Heryawan membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2014 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/04). Musrenbang dihadiri oleh Kepala Bappenas yang diwakili oleh Deputi Sarana dan Prasarana, perwakilan Ditjen Kesbang Linmas Kemendagri, BPK RI perwakilan Jawa Barat, Anggota DPR RI dan Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bupati/Walikota di Jawa Barat serta seluruh <em>Organisasi Pemerintah Daerah</em><em><strong>(</strong></em>OPD) yang berada di Provinsi Jawa Barat.</p> <p style="text-align: justify;">Acara yang diselenggarakan selama 2 hari (14-15/04/2014) ini, juga memberikan penghargaan bagi kabupaten/kota yang berprestasi yaitu penghargaan Pangripta Nusantara tahun 2014 dan Anugrah Pengurangan Kemiskinan oleh Gubernur Jawa Barat. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan 10 fokus pembangunan/<em>Common Goal</em> Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu, peningkatan aksesibilitas dan Mutu Pendidikan, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan, infrastruktur wilayah, energi dan air baku, ekonomi pertanian, ekonomi non pertanian, pengelolaan hidup dan kebencanaan, pengelolaan seni, budaya, wisata serta kepemudaan, ketahanan keluarga dan kependudukan, kemiskinan, PMKS dan keamanan, serta pemerintahan.</p> <p style="text-align: justify;">Dengan Musrenbang 2014 diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berkurangnya kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Jawa Barat," kata Ahmad Heryawan.</p> <p style="text-align: justify;">Sedangkan Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priatna lebih menekankan pada infrastruktur di Provinsi Jawa Barat. "Pentingnya permasalahan infrastruktur diantaranya ketahanan air, sanitasi dan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Dedi Priatna.</p> <p style="text-align: justify;">Dedi menambahkan Provinsi Jawa Barat mempunyai potensi yang bagus dalam perekonomian yaitu peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, pengembangan industri pengolahan dan lumbung pangan nasional, serta ditunjang dengan kekayaan sumber daya alam dan keunggulan geografis merupakan modal besar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Randal Jabar/ari)</p>