Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Satker (Randal PIP) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan pelaksanaan kegiatan Training Of Trainer (TOT) e-Monitoring (Reg-DAK) dan Konsolidasi Pelaporan Keuangan selama 3 hari, (22-24/04) di Lombok Raya, Mataram. Acara

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140422_randal_ntb_workshop_ntb.png"></a>Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Satker (Randal PIP) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan pelaksanaan kegiatan Training Of Trainer (TOT) e-Monitoring (Reg-DAK) dan Konsolidasi Pelaporan Keuangan selama 3 hari, (22-24/04) di Lombok Raya, Mataram. Acara diikuti oleh para petugas pelaporan dari Kabupaten/Kota se-NTB dan petugas pelaporan Satker Sektor bidang Cipta Karya ditingkat provinsi. Tujuan kegiatan ini untuk menyiapkan SDM yang meningkatkan konsistensi, akurasi, disiplin, kecepatan dan ketepatan dalam penyampaian laporan kemajuan kegiatan serta memonitoring dalam mengambil langkah atau kebijakan yang lebih baik. Acara TOT ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat, A. Mackhul yang menyampaikan bahwa penempatan petugas yang khusus, teliti dan cermat sangat diperlukan di masing-masing Satker Sektor Provinsi, serta untuk mendapatkan hasil pemantauan yang cepat, akurat dan terkini ditingkat Kabupaten/Kota se-NTB . "Dalam hal indikator keberhasilan e-Monitoring adalah ketepatan waktu dalam pengiriman laporan atau progres setiap bulannya serta kelengkapan dan akurasi data yang dikirim demi kelancaran kegiatan bidang Cipta Karya," tegas Mackhul. Mackhul berharap pada kesempatan ini para narasumber dapat memberikan materi yang mudah dipahami dan langsung diaplikasikan dengan baik, serta Konsultan Individual yang direkrut harus berperan aktif untuk membantu narasumber demi kelancaran kegiatan yang dilaksanakan. "Ini merupakan salah satu sarana penilaian kinerja program bidang Cipta Karya, diharapkan tersedianya operator yang cepat dan tepat serta dapat dipertanggungjawabkan," harap Mackhul. (ansyhari-randal NTB/ari)