PT. Asian Agri dan PT. Semen Padang menyatakan komitmennya untuk membiayai program infrastruktur bidang Cipta Karya melalui Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya di wilayah operasional Provinsi Sumatera Barat. Kesepakatan kerjasama ini akan segera dituangkan dalam perjanjian kerjasama

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140424_csr1.jpg"></a>PT. Asian Agri dan PT. Semen Padang menyatakan komitmennya untuk membiayai program infrastruktur bidang Cipta Karya melalui <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR), khususnya di wilayah operasional Provinsi Sumatera Barat. Kesepakatan kerjasama ini akan segera dituangkan dalam perjanjian kerjasama yang akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan berikutnya di masing-masing kabupaten/kota ungkap Kasubdit Kerjasama Luar Negeri Ditjen Cipta Karya, Dwityo A. Soeranto. Komitmen tersebut terungkap usai mengikuti <em>Forum Group Discussion</em> (FGD) di Padang, Rabu (23/4/2014). FGD merupakan tindak lanjut peminatan dari beberapa perusahaan anggota <em>Corporate Forum for Community Development (CFCD),</em> khususnya di wilayah Sumatera yang berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya melalui program CSR. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat, CSR Manager PT. Asian Agri dan PT. Semen Padang. FGD juga dihadiri perwakilan dari kabupaten/kota wilayah operasional PT. Asian Agri yang terdiri dari unsur Bappeda dan Dinas Pekerjaam Umum Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi dan wilayah operasional PT. Semen Padang, yaitu Bappeda dan Dinas PU Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, dan Ketua Umum CFCD. Dwityo mengungkapkan dengan terbatasnya pendanaan pemerintah baik melalui APBN atau APBD, maka diperlukan alternatif sumber pendanaan lainnya yang potensial. Salah satunya adalah melalui kerjasama kemitraan multipihak melalui program CSR. Untuk itu, Kementerian PU berupaya mendorong partisipasi dunia usaha atau pihak swasta/BUMN untuk turut serta dalam pembangunan infrastruktur Cipta Karya di daerah yang menjadi wilayah kerja perusahaan melalui program CSR. Sampai dengan akhir tahun 2013, Ditjen Cipta Karya menurutnya sudah memfasilitasi kerjasama program CSR dengan empat perusahaan di tujuh kabupaten/kota senilai Rp106 Milyar. Diharapkan pada tahun 2014 akan semakin banyak lagi perusahaan yang berminat dan melakukan kerjasama dalam pembangunan infrastruktur Cipta Karya melalui program CSR-nya, ungkap Dwityo. FGD dibagi dalam empat kelompok, masing-masing perwakilan dari kabupaten/kota menyampaikan usulan kegiatan yang potensial untuk dikerjasamakan melalui program CSR mengacu kepada dokumen RPIJM kabupaten/kota. Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari perusahaan terkait kebijakan perusahaan dalam program CSR. Dalam FGD tersebut, dilakukan juga pembahasan konsep MoA atau <em>Memorandum of Agreement</em> (Perjanjian Kerjasama) yang akan menjadi dasar pelaksanaan kerjasama ini nantinya. Dwityo juga menjelaskan bahwa Ditjen Cipta Karya juga merencanakan melaksanakan FGD serupa untuk wilayah timur Indonesia yang akan dilaksanakan di Makassar. Beberapa perusahaan dari wilayah timur juga telah menyatakan minatnya, jelas Dwityo. (ade/rjp/bcr)