"Kita punya semangat yang bagus dan ingin maju, sebetulnya kita bukan negara berkembang lagi, kita sudah naik tingkat. Seharusnya sebagai negara yang telah meningkat dari berkembang, hendaknya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, tidak bergantung pada negara luar," ungkap Direktur Jenderal Cipta K

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140425_pecha_kucha_gede.jpg"></a>"Kita punya semangat yang bagus dan ingin maju, sebetulnya kita bukan negara berkembang lagi, kita sudah naik tingkat. Seharusnya sebagai negara yang telah meningkat dari berkembang, hendaknya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, tidak bergantung pada negara luar," ungkap Direktur Jenderal Cipta Karya saat memberi arahan pada Pecha Kucha edisi ke-10 dengan tema Toward Sustainable Human Settlement, yang diselenggarakan oleh Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan(PBL) Ditjen Cipta Karya, di ruang Pendopo Kementerian PU, Jumat (25/04). Imam mengatakan, Pecha Kucha ini diadakan untuk melihat potensi yang dimiliki oleh SDM di lingkungan Cipta Karya dan menggali ide-ide baru yang inovatif sehingga dapat langsung diaplikasikan. Pada edisi ke-10 ini, ada 7 penyaji yang ditampilkan dari masing-masing Unit Eselon II di lingkungan Ditjen Cipta Karya. Penyaji pertama dari Direktorat Bina Program yang diwakili oleh Evry Biaktama, yang memaparkan tentang To Fill the Gap of Infrastructure Funding yang memaparkan tentang alternatif pendanaan melalui dana perwalian yang dapat digunakan untuk membangun infrastruktur bidang Cipta Karya. Penyaji ke-2 dari Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) yang diwakili oleh Lativa, dengan judul Toward Sustainable Heritage, bercerita mengenai menjaga keberlangsungan kawasan cagar budaya dengan membangun kepedulian, kebersamaan dan kolaborasi di dalam masyarakat. Penyaji ke-3 Joerni Makmurniati yang memaparkan tentang Toward Sustainable Human Settlements: People First, berisi tentang memanfaatkan bonus demografi, yaitu tingginya jumlah penduduk di usia produktif untuk dapat memberikan inovasi dalam mendukung permukiman yang berkelanjutan. Penyaji ke-4 yaitu dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman yang diwakili oleh Terra Prima Sari dengan materi mengenai penanganan kawasan Sanur melalui sanitasi, meliputi menyediakan berbagai infrastruktur di kawasan Sanur untuk mendukung kegiatan pariwisata yang lebih baik. Penyaji ke-5 dari Direktorat Pengembangan Air Minum yang diwakili oleh Kurniati yang memaparkan tentang 7 Days CiKa Challenges, yaitu memanfaatkan potensi pengguna media sosial yang tinggi di Indonesia untuk mempromosikan dan mengajak masyarakat untuk aktif dalam mengelola lingkungannya masing-masing. Penyaji ke-6 dari BPPSAM, Denik Haryani yang memaparkan tentang Kelompok Kerja Permukiman Berkelanjutan yang mengusulkan pembentukan kelompok-kelompok kerja percepatan permukiman berkelanjutan dengan Ditjen Cipta Karya sebagai motor penggeraknya. Penyaji terakhir yaitu dari Sektretariat Direktorat Jenderal yang diwakili oleh Siti Aliyah dengan judul On The Job Training CPNS yang menceritakan tentang meningkatkan kemampuan SDM CPNS dengan memberlakukan On The Job Training untuk memperkenalkan tugas dan fungsi setiap unit di lingkungan Ditjen Cipta Karya.(ari/b