"Kepatuhan pelaporan, akurasi dan kelengkapan data merupakan hal yang penting dalam pelaporan," kata Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi saat membuka workshop Training Of Trainer (TOT) e-Monitoring, Sistem Akuntasi Instansi (SAI) & e-Procurement 2014 yang dilaksanakan

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140424_randal_bali_gede.jpg"></a>"Kepatuhan pelaporan, akurasi dan kelengkapan data merupakan hal yang penting dalam pelaporan," kata Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi saat membuka workshop Training Of Trainer (TOT) e-Monitoring, Sistem Akuntasi Instansi (SAI) &amp; e-Procurement 2014 yang dilaksanakan selama 3 hari, pada (22-24/04/2014), di Denpasar.<strong></strong> Astawa menjelaskan kendala utama dalam melakukan pelaporan dan evaluasi adalah tidak konsistennya data ataupun informasi yang ada. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya terlambatnya data yang dilaporkan, kesalahan pada saat <em>re-entry</em> data dan lain sebagainya, sebagai implikasi dari mekanisme pelaporan secara manual. "Kecepatan, ketepatan dan keterkinian (<em>up</em><em> </em><em>to</em><em> </em><em>date</em>) menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dalam menyiapkan pelaporan progres pelaksanaan anggaran, baik kepada pimpinan Kementerian maupun Instansi Eksternal terkait, sehingga sangat dibutuhkan suatu alat bantu untuk mengatasi semua hal tersebut. Oleh karena itu, sejak tahun 2006 Kementerian PU telah menyiapkan suatu sistem pelaporan secara elektronik, yaitu <em>e</em><em>-</em><em>Monitoring,</em> e- Procurement, dan SAI yang diharapkan dapat mengatasi masalah," kata Astawa. Target peserta yang diikutsertakan dalam Pelatihan ini adalah aparat Satuan Kerja (Satker) yang menjadi petugas pemantauan dan pelaporan yang dalam pengoperasian SAI, e-Monitoring dan E-Procurement sebanyak 60, yang terdiri dari Satker- Satker (APBN) bidang Cipta Karya, Satker/PPTK DAK bidang Sanitasi dan Air Minum di kabupaten/kota serta Satker PIP Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Narasumber yang hadir terdiri dari para instruktur dari Ditjen Cipta Karya, Dinas PU Provinsi Bali dan Kanwil DJPB Bali. (Krisna_Randal Bali/ari)