Pada Tahun 2014 Provinsi Jawa Barat mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Air Minum lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Tahun 2014 ini, Jawa Barat mendapatkan DAK Subbidang Air Minum sebesar Rp 66,2 miliar sedangkan TA. 2013 lalu sebesar Rp 31 miliar. Oleh karena itu, Satuan Kerja Peren

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/04/20140428_randal_jabar_25_kabupaten_gede.png"></a>Pada Tahun 2014 Provinsi Jawa Barat mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Air Minum lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Tahun 2014 ini, Jawa Barat mendapatkan DAK Subbidang Air Minum sebesar Rp 66,2 miliar sedangkan TA. 2013 lalu sebesar Rp 31 miliar. Oleh karena itu, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Infrastruktur Permukiman (Randal) Provinsi Jabar menyelenggarakan Workshop e-Monitoring DAK Air Minum TA. 2014 untuk meningkatkan kedisiplinan pelaporan kegiatan DAK, Rabu (23-24/04), di Bandung, Jawa Barat. Menurut Kasatker Randal Provinsi Jawa Barat Eka Hendrawan, acara ini bertujuan untuk mengevaluasi DAK 2013 dan menselaraskan DAK tahun 2014. Untuk tahun 2014 ini tidak ada pengurangan dan penambahan jumlah kabupaten/kota yang mendapatkan DAK, tetapi ada 1 kabupaten yang masuk yaitu Kabupaten Bandung Barat dan 1 kota yang keluar yaitu Kota Depok, terangnya. Melalui pendanaan DAK, tahun 2014 ini 25 Kabupaten/Kota di Jawa Barat telah meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dengan menambah akses rumah tangga yang mendapatkan air minum dasar yang layak serta berkelanjutan. "Ini penting untuk mencapai target SPM dan MDGs bidang Cipta Karya," Katanya. Di tahun 2014, Randal Jabar bertekad untuk meningkatkan kedisplinan pelaporan kegiatan DAK secara online agar dapat memantau pemanfaatan dana tersebut dan melihat sejauh mana masyarakat dapat menikmati infrastruktur air minum yang dibangun. (TriAdn-Randal Jabar/ari)