Penyiapan rancangan (master plan) pembangunan sistem drainase di Kota Palembang bantuan Korea Selatan harus terintegrasi dengan sistem pengendalian banjir. Saat ini masterplan dari 19 area penanganan akan disusun dan akan mengerucut pada 10 area prioritas yang akan disusun studi kelayakan (Feasibili

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/05/20140430_koica_palembang_gede.jpg"></a>Penyiapan rancangan (<em>master plan</em>) pembangunan sistem drainase di Kota Palembang bantuan Korea Selatan harus terintegrasi dengan sistem pengendalian banjir. Saat ini <em>masterplan</em> dari 19 area penanganan akan disusun dan akan mengerucut pada 10 area prioritas yang akan disusun studi kelayakan (<em>Feasibility Study</em>) dan rancangan dasarnya (<em>Basic Design</em>). Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memfasilitasi pertemuan antara KOICA yang diwakili oleh Hyun Kwon Kim, dan konsultan dari K-Water yang diwakili oleh Kim Dong Giyu, dan Dohwa Engineering Consultant yang diwakili oleh Heo Yang Go dengan Pemerintah Kota Palembang yang diwakili oleh Wakil Walikota Harnojoyo didampingi Sekretaris Daerah Kota Palembang Ucok Hidayat. Pertemuan dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Walikota Palembang, Selasa (29/4/2014) dan dihadiri perwakilan Ditjen Cipta Karya, Dwityo A. Soeranto selaku Kasubdit Kerjasama Luar Negeri. Dalam perencanaan drainase di Palembang yang akan dilakukan oleh KOICA, koordinasi dan keikutsertaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU melalui BBWS Sumatera VIII sangat mutlak untuk mengintegrasikan sistem drainase dengan sistem pengendalian banjir, mengingat saat ini masterplan-nya sudah ada dan sebagian sudah diimplementasikan pembangunannya, jelas Dwityo. Setelah pertemuan tersebut diselenggarakan <em>Inception Meeting</em> di Ruang Parameswara, Pemkot Palembang dalam rangka penyusunan <em>Master Plan, Feasibility Study and Basic Design</em> untuk meningkatkan Sistem Drainase Kota Palembang. Kegiatan tersebut didanai oleh hibah Korea Selatan melalui KOICA sebesar USD 2,6 juta, dan akan dilaksanakan selama 24 bulan. Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut Kick off Meeting yang telah diselenggarakan di Jakarta pada Senin (21/04/2014). Bantuan hibah tersebut bertujuan untuk meningkatkan sistem drainase perkotaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Palembang melalui pengurangan jumlah genangan air, meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar area pembangunan rumah pompa dan kolam retensi, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah yang berperan langsung dalam pengelolaan drainase perkotaan melaui penyampaian ilmu pengetahuan dan pelatihan bersama tenaga ahli Korea. Dwityo menambahkan, pada 9 Oktober 2012 lalu telah dilakukan penandatanganan dokumen <em>Record of Discussions</em> (RoD) antara <em>Resident Representative</em>, KOICA Indonesia Office dan Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU untuk kegiatan <em>Master Plan, Feasibility Study and Basic Design for Drainase in Palembang City Project</em>. Pada kesempatan tersebut disepakati ruang lingkup kegiatan seperti melakukan penyusunan Master Plan untuk 19 area di Kota Palembang, Penyusunan Studi Kelayakan dan Rancang Dasar untuk 10 area prioritas di Kota Palembang, serta <em>Capacity Building</em> berupa program kerja sama dengan perguruan tinggi dan masyarakat, serta pelatihan untuk aparat pemerintah terkait. (Ayx-Randal Sumsel/bcr)