Dalam rangka sosialisasi dan pendampingan penyusun Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM), Satker Randal Sulawesi Tengah bersama Konsultan Individual Perencanaan melakukan kunjungan ke 11 kabupaten/kota yang masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN).Kegiatan ini bertujua

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/05/20140509_sulteng_sosialisasi_bsr.png"></a>Dalam rangka sosialisasi dan pendampingan penyusun Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM), Satker Randal Sulawesi Tengah bersama Konsultan Individual Perencanaan melakukan kunjungan ke 11 kabupaten/kota yang masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN).Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan penyusunan program dan anggaran yang lebih berkualitas serta terpadu. Kunjungan yang dilakukan pada Rabu (07/05/2014) ke Dinas PU Kota Palu mendapatkan respon yang cukup baik dari berbagai instansi, diantaranya Direktur PDAM, Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan, serta Satgas Randal Kota Palu. Sekretaris Dinas PU Kota Palu Syarifudin menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Satker Randal Provinsi Sulteng ke Dinas PU Kota Palu. Sementara asisten Teknik Satker Randal Abdul Mujib Anwar menjelaskan tujuan dilakukannya koordinasi yaitu untuk mengetahui sejauhmana tugas dan fungsi Satgas Randal Kota Palu telah berjalan, menyampaikan pedoman penyusunan RPI2JM bidang Cipta Karya tahun 2015-2019 dan mengetahui sejauhmana keterpaduan program wilayah di Kota Palu telah disusun. Sesuai amanat dan semangat Surat Edaran Dirjen Cipta Karya No. 11/SE/DC/2012 yang salah satunya memuat tentang pembentukan Satgas Randal kabupaten/kota beserta tugas dan fungsinya, diharapkan koordinator kegiatan ke-Cipta Karya-an di kabupaten/kota sudah dijalankan dengan baik, ucap Mujib. Berkaitan dengan penyusunan RPI2JM sesuai Surat Edaran Dirjen Cipta Karya No. 06/SE/DC/2014, diharapkan Kota Palu memiliki kawasan strategis yang akan didorong perkembangannya dan dipadukan pembangunannya untuk semua sektor. Abdul Mujib menyampaikan sesuai arahan Direktur Bina Program, dalam penanganan suatu kawasan harus memadukan seluruh program di sektor air minum, Bangkim, PBL dan PPLP. "Hal ini guna melihat pembangunan infrastruktur Cipta Karya lebih terarah dan menonjol di kawasan," terang Abd Mujib. Untuk kabupaten/kota yang ingin masuk dalam klaster A harus melengkapi data pendukung seperti Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Perda Bangunan Gedung (BG) sebagai acuan dalam penyusunan program RPI2JM. (Hendra Randal Sulteng/ari)