Subdit Data dan Informasi Direktorat Bina Program Dirjen Cipta Karya Kementerian PU melaksanakan Konsolidasi Data Pelaksanaan kegiatan TA 2014 di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Senin (19/05/2014) di Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 212 peserta dari 19 provinsi dan Satker pusat. Di

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/06/20140519_makassar_bsr.jpg"></a>Subdit Data dan Informasi Direktorat Bina Program Dirjen Cipta Karya Kementerian PU melaksanakan Konsolidasi Data Pelaksanaan kegiatan TA 2014 di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Senin (19/05/2014) di Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 212 peserta dari 19 provinsi dan Satker pusat.<strong></strong> Direktur Bina Program dalam sambutan yang dibacakan oleh Kasubdit Data dan Informasi Sri Murni Edy K mengungkapkan, telah diketahui sejak TA 2012 progres penyerapan keuangan dan pelaksanaan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum telah dipantau ketat oleh Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan (TEPPA) yang dikepalai oleh Ketua UKP4 (Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan. Berdasarkan penilaian TEPPA, pada TA 2013 Kementerian PU mendapatkan pengakuan sebagai Kementerian yang dapat menyediakan data hasil pembangunan dengan paling lengkap dan rinci dibandingkan dengan Kementerian/Lembaga lainnya dan mendapatkan Anugerah TEPPA 2013 sebagai Kementerian dengan Predikat Kinerja Terbaik seluruh Indonesia. "Pengakuan dan prestasi ini juga karena partisipasi dan dukungan semua pihak dalam melaksanakan tanggung jawab dalam pelaporan, pengisian data yang lengkap dan akurat melalui sistem e-Monitoring Kementerian PU," kata Sri Murni. Untuk meningkatkan kualitas data pelaksanaan kegiatan di lingkungan Kementerian PU maupun Ditjen Cipta Karya, perlu dilakukan konsolidasi data yang telah dilaporkan Satker-Satker Direktorat Jenderal Cipta Karya pada TA 2013 agar diperbaiki dan diverifikasi datanya. Selain itu, untuk memastikan terlaksananya pelaporan yang baik dan akurat di TA 2014, diperlukan konsolidasi data pelaporan bagi Satker-Satker yang teridentifikasi memiliki permasalahan diantaranya progres penyerapan TA 2013 berdasarkan SPM dan SP2D yang masih belum sama, verifikasi <em>output </em>TA 2013 dalam e-Monitoring belum sesuai, data tenaga kerja TA 2013 belum terinput, titik koordinat dan foto pelaksanaan TA 2013 belum ada atau kurang, pagu DIPA TA 2014, pagu e-Monitoring dan pagu RUP TA 2014 ada yang masih berbeda, rencana penyerapan serta jadwal lelang dan kontrak TA 2014 belum lengkap terisi. Pada akhir TA 2012 telah dilakukan integrasi sistem e-Monitoring K/L dengan sistem pengadaan barang dan jasa elektronik (e-Procurement) Kementerian PU. Dengan demikian diharapkan dapat mempermudah pelaporan pelaksanaan kegiatan oleh Satker-Satker di daerah. "Data paket yang akan dilelangkan dapat mempergunakan data yang telah diinputkan dalam e-Monitoring sehingga tidak perlu dilakukan dua kali input data. Namun dari hasil pemantauan Direktorat Bina Program, masih terdapat ketidaksesuaian paket atau pagu baik yang dilaporkan dalam e-Monitoring dan e-Procurement," tutur Sri Murni. Menurut Sri Murni, konsolidasi data ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas data yang terlaporkan dalam sistem e-Monitoring maupun e-Procurement, dan meningkatkan kualitas pemantauan terhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh Satker-Satker yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga diharapkan kesulitan-kesulitan pengisian data di daerah dapat teridentifikasi dan terselesaikan dengan bantuan para instruktur. (JM-Randal_Sulsel)