Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan memperluas cakupan pelayanan air minum dalam rangka menyediakan akses yang berkelanjutan terhadap sumber air minum yang layak. Guna merealiasikan hal tersebut, Senin (19/05/2014) di Jak

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/06/20140521_mamimasata_gede.jpg"></a>Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan memperluas cakupan pelayanan air minum dalam rangka menyediakan akses yang berkelanjutan terhadap sumber air minum yang layak. Guna merealiasikan hal tersebut, Senin (19/05/2014) di Jakarta telah dilaksanakan Finalisasi Penyusunan Perjanjian Kerjasama (PKS) Sistem Penyediaan Air Minum untuk Kawasan Perkotaan Mamminasata. Pertemuan ini dipimpin oleh Direktur Bina Program, Ditjen Cipta Karya dan dihadiri oleh Bupati dan Sekda Kabupaten Takalar, PDAM Kota Makassar, Sekda dan PDAM Kabupaten Maros, PDAM Gowa, dan wakil dari Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan (Dinas Tata Ruang dan Permukiman dan Biro Hukum) serta perwakilan dari Ditjen Sumber Daya Air dan Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU. Kegiatan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk Kawasan Perkotaan Mamminasata bertujuan untuk menyediakan SPAM Regional di kawasan Mamminasata sehingga dapat meningkatkan kualitas dan memperluas cakupan pelayanan air minum. Direncanakan, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum ini akan melayani masyarakat yang berdomisili di kawasan Perkotaan Maminasata seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar dengan perkiraan jumlah masyarakat yang akan mendapat layanan air minum 440.000 jiwa, atau berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan air minum sebesar 14%. Kegiatan Pengembangan SPAM untuk Kawasan Perkotaan Mamminasata rencananya akan dibiayai melalui pinjaman JICA<em> </em>sebesar USD 100 Juta dan rencananya kegiatan ini akan berlangsung selama 5 tahun (2015 2019) dengan memanfaatkan sumber air baku sebesar 1000 liter/detik dari Waduk Bili-bili, kata Direktur Bina Program, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Antonius Budiono. Antonius Budiono menambahkan, finalisasi PKS ini merupakan lanjutan dari Kesepakatan Bersama (KSB) yang telah ditandatangani oleh beberapa pihak pada bulan Juli 2013 yang lalu. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Kerjasama Luar Negeri, Ditjen Cipta Karya, Dwityo A. Soeranto menjelaskan bahwa pinjaman JICA sebesar USD 100 juta tersebut akan digunakan untuk penyusunan DED, pembangunan IPA Regional Kapasitas 1000 liter/detik, dan pembangunan sebagian Jaringan Distribusi Utama (JDU). Untuk pembangunan intake dan jaringan transmisi air baku akan dilaksanakan oleh Ditjen SDA Kementerian PU dengan menggunakan dana APBN. Sebagian pembangunan JDU akan menggunakan dana APBD Provinsi Sulawesi Selatan, dan masing-masing PDAM akan menyediakan dananya untuk pembangunan distribusi dan sambungan pelanggan, tambah Dwityo. IPA Regional yang telah dibangun nanti, akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, untuk dikelola dan dimanfaatkan untuk menghasilkan air curah bagi masing-masing PDAM di Kawasan Perkotaan Mamminasata. Pengelola IPA Regional harus dapat menjamin bahwa air curah yang dialirkan hingga titik off-take masing-masing PDAM setara dengan kualitas air minum.(bcr)