Satuan Kerja Perencanaan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Workshop Sinkronisasi Program Bidang Cipta Karya tahun 2015, Selasa (20/05/2014), di Makasar. Kegiatan ini dihadiri oleh Satker APBN bidang Cipta Karya Provinsi Sulsel dan 24 Satgas Randal K

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/06/20140523_randal_sulsel_sinkronisasi_gede.png"></a>Satuan Kerja Perencanaan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan <em>Workshop</em> Sinkronisasi Program Bidang Cipta Karya tahun 2015, Selasa (20/05/2014), di Makasar. Kegiatan ini dihadiri oleh Satker APBN bidang Cipta Karya Provinsi Sulsel dan 24 Satgas Randal Kabupaten/Kota se-Sulsel. Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulsel, Andi Bakti Haruni dalam sambutannya menyampaikan Surat Edaran Dirjen Cipta Karya No. 06/SE/DC/2014 tanggal 24 Maret 2014 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) sebagai pengganti RPIJM dalam rangka meningkatkan Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur bidang Cipta Karya. "Randal tetap memberikan bantuan dan bimbingan kepada kabupaten/kota untuk melakukan <em>review</em> RPIJM 2013 dan penajaman terhadap dokumen RPI2JM 2014, baik pada bagian narasi maupun pada bagian matriks program," ungkap Andi. Selain itu Andi juga menjelaskan, berdasarkan hirarki perencanaan pembangunan, RPIJM berada dibawah kebijakan sektoral yang ada pada masing-masing daerah, yang berarti bahwa RPI2JM harus mengacu pada RTRW dan RPJMD serta Renstra SKPD bidang Cipta Karya pada masing-masing kabupaten/kota. "Oleh karena itu pada kesempatan ini dilakukan konsolidasi antara kebutuhan daerah dan prioritas masing-masing sektor untuk program dan kegiatan tahun 2015-2019, sehingga ke depan efektifitas RPI2JM yang berfungsi sebagai acuan dalam penyesuaian program dapat direalisasikan dan selanjutnya apabila dokumen RPI2JM kabupaten/kota sudah selesai maka provinsi akan menindaklanjuti dengan membuat memorandum kegiatan TA. 2015-2019," terang Andi. Andi menekankan, bahwa dalam program 5 tahun yang akan datang, di tahun 2015-2019 seyogyanya dapat bersinergi dengan target Kementerian PU dari 100 - 0 - 100 yang berarti untuk cakupan pelayanan air minum 100% masyarakat yang terlayani pada tahun 2019 begitu pula dengan pelayanan sanitasi, sedangkan untuk penanganan kawasan kumuh di targetkan 0% pada tahun 2019. Andi mengharapkan perhatian dari para peserta, agar waktu dalam pelaksanaan <em>workshop</em> sinkronisasi program ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat dirumuskan dan dihasilkan penyiapan program bidang Cipta Karya dan penajaman penyusunan RPI2JM kabupaten/kota sesuai yang diharapkan. (JM-Randal Sulsel/ari)