Ditjen Cipta Karya melaluiDirektorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman melaksanakan Konsolidasi Data Pelaksanaan TA. 2017 di lingkungan Cipta Karya, di Provinsi Kepulauan Riau,Batam, Selasa (23/08/2016).Acara tersebut dibukaDirektur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, yang diwakili oleh Kep

<p style="text-align: justify;">Ditjen Cipta Karya melaluiDirektorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman melaksanakan Konsolidasi Data Pelaksanaan TA. 2017 di lingkungan Cipta Karya, di Provinsi Kepulauan Riau,Batam, Selasa (23/08/2016).Acara tersebut dibukaDirektur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau Heru Sukmoro dan dihadiri oleh Satuan Kerja seluruh provinsi di PulauSumatera.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Acara konsolidasi ini diharapkan dapat mendorong lebih keras lagi percepatan pelaksanaan kegiatan TA 2016 sehingga dapat mencapai target penyerapan keuangan, serta pengelolaan data e-monitoring yang baik dapat memberikan informasi/data secara cepat, tepat, akurat, dan akuntabel.</p> <p style="text-align: justify;">Heru menyampaikan kepadaseluruhKepala Satkerdan PPKagar melakukan percepatan pelelangan kegiatan TA 2017 di lingkungan Ditjen Cipta Karya, sehingga awal bulan Januari tahun 2017 pelaksanaan pembangunan infrastruktur dapat diwujudkan dan secara langsung dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.Ada dua halpentingya g disampaikan pada acaraini,yaitu terkait pelaksanaaan kegiatan TA. 2016 dan percepatan pelelangan kegiatan TA. 2017.</p> <p style="text-align: justify;">Heru menjelaskan,progres fisik Ditjen Cipta Karya TA 2016 sesuai e-Monitoring status 18 Agustus 2016 Pukul 08.00 adalah sebesar 37,56%,sedangkan realisasi keuangan adalah sebesar 33,51% sehingga terdapat deviasi sebesar 15,55% dari rencana penyerapan untuk bulan Agustus sebesar 49,06%.Kepala Satker/PPK untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan sehingga dapat mencapai terget rencana penyerapan Ditjen Cipta Karya, jelas Heru.</p> <p style="text-align: justify;">Lanjut Heru,penyerapan anggaran sampai akhir tahun 2016 harus menyerap 65% dalam waktu 4 bulan atau rata-rata 16,25% per bulan. Terkait percepatan pelelangan TA. 2017,sesuaiintruksi Menteri PUPR, dalam rangka percepatan pelaksanaan kegiatan TA 2017 agar segera dimulai pada akhir bulan September 2016.Untuk memulai pelelangan, Satker/PPK dan Pokja agar sudah memulai penyusunan dokumen lelang dengan tetap memperhatikan pemenuhan<em>readiness criteria</em>seperti kesiapan lahan,DED,Komitmen Pemerintah Daerah dan sebagainya, kata Heru.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam konsolidasi data ini, narasumber dari Pusdatin Kementerian PUPR memperkenalkan aplikasi SPSE versi 4. SPSE versi 4 merupakan versi terbaru yang menerapkan penyusunan dokumen pengadaan dalam sistem sesuai standar LKPP,pengambilan keputusan menggunakan prinsip kolektif kolegial,koreksi aritmatik otomatis, dan e-Kontrak. Hadirnya SPSE versi 4 memungkinan proses lelang cepat (ekspres)khususnya untuk paket pekerjaan non-kontruksi.(Randal Kepri/ari)</p>