Usai dilantik Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, pada Jumat 4 Juli 2014 lalu, Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan serah terima jabatan (Sertijab) pejabat eselon II dan III yang disaksikan Dirjen Cipta Karya Imam S. Ernawi, Senin (7/07/2014), di Ruang Sapta Taruna, Kementerian Pekerjaan Umu

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/07/sertijab-bsr.jpg"></a>Usai dilantik Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, pada Jumat 4 Juli 2014 lalu, Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan serah terima jabatan (Sertijab) pejabat eselon II dan III yang disaksikan Dirjen Cipta Karya Imam S. Ernawi, Senin (7/07/2014), di Ruang Sapta Taruna, Kementerian Pekerjaan Umum. Adapun pejabat yang melakukan Sertijab adalah Mochammad Natsir, sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU menggantikan Danny Sutjiono Direktur Pengembangan Air Minum yang memasuki masa purna bakti. Pejabat lain adalah Edward Abdurrahman yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pelaporan Pimpinan dan Pemrograman, Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal menduduki jabatan Kepala Subdit Kebijakan dan Strategi, Direktorat Bina Program menggantikan Hadi Sucahyono yang menempati jabatan Direktur Pengembangan Permukiman. Dirjen Cipta Karya Imam S. Ernawi dalam acara serah terima jabatan di lingkungan Ditjen Cipta Karya mengatakan, perubahan adalah sebuah keniscayaan dan perubahan terkait jabatan merupakan hal yang alamiah, seiring dengan berlangsungnya sebuah organisasi dan keadaan atau kondisi serta status para pejabatnya. "Perubahan ini sudah tentu dengan harapan akan dapat memberikan capaian kinerja organisasi yang lebih meningkat," ungkap Imam. Imam menjelaskan, waktu satu semester yang masih tersisa di tahun 2014 ini sangatlah berharga, karena itu diperlukan kerjasama yang keras, kita tidak bisa bekerja sekedar "<em>as usual</em>", hendaknya kita tidak bekerja hanya berbasis<em>output</em>dari kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan di dalam DIPA. "Saya betul-betul mengajak saudara sekalian untuk bersama-sama bahu-membahu menyiapkan perubahan. Saya akan terbuka untuk berbagai pemikiran, masukan, gagasan dan langkah nyata yang berguna untuk percepatan perubahan ke arah yang lebih baik," pinta Imam. Imam mengungkapkan, rencana<em>Key Performance Indicators</em>(KPI) utama Cipta Karya untuk lima tahun kedepan, yaitu 100-0-100 yang merupakan penyederhanaan aktualisasi dari visi menuju permukiman layak huni dan berkelanjutan. Dengan menggunakan "bahasa" yang diharapkan lebih mudah dimengerti khususnya di internal ke-Cipta Karya-an, yaitu menggunakan bahasa kinerja. Hal ini lahir dengan dilatarbelakangi oleh hasil evaluasi berbagai kinerja Cipta Karya selama ini, yang secara obyektif kita harus sadari, bahwa tidak semua<em>output</em>kegiatan dapat begitu mudah bila akan difokuskan kepada suatu KPI utama dari Cipta Karya, yang harus benar-benar dapat diukur menuju perwujudan permukiman yang berkualitas. "Hal tersebut dimaksud agar terdapat satu pedoman arah untuk dicapai oleh berbagai sektor/bidang di lingkungan Cipta Karya, yaitu arah yang jelas, fokus dan terukur serta menunjukkan sinergi, mulai dari tataran program,<em>output, sub-output</em>, sampai dengan kegiatan," jelas Imam. Imam menambahkan, selamat bekerja sangat keras untuk kita semua, mari kita majukan Cipta Karya lebih maju lagi. Hal yang paling nyata ke depan adalah progres kemajuan program dan kegiatan Cipta Karya Tahun 2014. "Mari semangat bersama dengan tekad yang baik bekerja mengabdi untuk masyarakat, dorong terus secepatnya progres kegiatan Cipta Karya Tahun 2014," tutup Imam. (miko/ari)