Tim Satker Randal Aceh melakukan kunjungan ke Kabupaten Nagan Raya selama tiga hari (27-29/08/2014). Kunjungan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kabupaten tersebut yang mengakibatkan keterlambatan Satgas Kabupaten Nagan Raya dalam menyusun dokumen Rencana Terpadu dan Progra

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/09/aceh-kunjungan-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.5em;">Tim Satker Randal Aceh melakukan kunjungan ke Kabupaten Nagan Raya selama tiga hari (27-29/08/2014). Kunjungan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kabupaten tersebut yang mengakibatkan keterlambatan Satgas Kabupaten Nagan Raya dalam menyusun dokumen Rencana Terpadu dan Program Pengembangan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah(RPI2-JM).</span></p> <p style="text-align: justify;">Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Nagan Raya Arisandi saat menyambut kunjungan tersebut mengharapkan agar Satker Randal Aceh dapat melatih personil yang baru tentang persiapan yang harus dilakukan dalam penyusunan dokumen RPI2JM sekaligus melatih operator SIP yang baru, serta memberikan solusi terhadap permasalahan sehingga personil Satgas yang baru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.</p> <p style="text-align: justify;">"Tinjauan ke lokasi merupakan solusi cepat agar personil baru dari Satgas Kabupaten Nagan Raya dapat segera melakukan dan mempercepat proses penyusunan dokumen RPI2JM," kata Arisandi.<strong></strong></p> <p style="text-align: justify;">Dalam penyusunan dokumen RPI2JM, Satgas Kabupaten Nagan Raya masih belum memahami secara menyeluruh pembagian tugas wewenang dalam pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya. "Draft usulan dokumen Memorandum Program Sanitasi (MPS) yang disusun belum sinkron dengan usulan yang ada di dalam matriks RPIJM sebelumnya. Ini menjadi salah satu fokus utama Satker Randal untuk mengarahkan Satgas Kabupaten Nagan Raya agar segera mensinkronkan kedua dokumen tersebut serta mempercepat penyusunan dokumen RPI2JM," ujar Arisandi. (dsm-randalaceh/bns)</p>