Sebagai mitra kerja, Kementerian Pekerjaan Umum bersama Komisi V DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas dan menetapkan alokasi anggaran untuk fungsi dan program unit organisasi Eselon I Kementerian Pekerjaan Umum. "Kami sebagai mitra kerja merasa puas karena capaian Cipta K

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/09/rdp-gede.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Sebagai mitra kerja, Kementerian Pekerjaan Umum bersama Komisi V DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas dan menetapkan alokasi anggaran untuk fungsi dan program unit organisasi Eselon I Kementerian Pekerjaan Umum.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami sebagai mitra kerja merasa puas karena capaian Cipta Karya cukup baik. Kami berharap di tahun-tahun mendatang bisa lebih baik lagi," ungkap Michael Wattimena saat memimpin RDP di tahun 2014, di ruang rapat Komisi V DPR RI, Kamis (04/09/2014).Dalam RDP, Komisi V memberikan berbagai masukan untuk mendorong kinerja Ditjen Cipta Karya agar semakin maju.</p> <p style="text-align: justify;">Direktur Jenderal Cipta Karya, Imam.S Ernawi menyatakan dengan pagu anggaran sebesar Rp 14,1 Triliun, tahun ini Ditjen Cipta Karya akan mengupayakan percepatan sehingga dibulan-bulan ke depan target Cipta Kaya di atas rata-rata program PU.</p> <p style="text-align: justify;">Imam menjelaskan beberapa target kinerja bidang Cipta Karya tahun 2015-2019 antara lain, terpenuhinya penyediaan air minum dan sanitasi sebagai kebutuhan dasar masyarakat yaitu 100 %. Pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung, didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang dan berkelanjutan, efisien dan akuntabel yaitu kota tanpa permukiman kumuh, dengan indikator berkurangnya proporsi rumah tangga yang menempati hunian dan permukiman tidak layak menjadi 0 %. Pengembangan infrastruktur perdesaan, terutama untuk mendukung pembangunan pertanian, jelas Imam.</p> <p style="text-align: justify;">Imam menambahkan saat ini capaian akses air minum sebesar 67 %, luasan kawasan permukiman kumuh tinggal 12 % dan akses sanitasi 59 %. Kami optimis dapat mencapai 100 % untuk air minum, 0 % untuk kumuh dan 100 % akses sanitasi pada tahun 2019, tutup Imam.(ari)</p>