Ditjen Cipta Karya melaluiSatuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Satker Randal PIP) Pusat mengadakan acara Workshop Review Pelaksanaan Kegiatan Infrastruktur Permukiman Tahun Anggaran 2016, diBatam,Kamis (1/09/2016). Acara di hadiri oleh seluruh Satker Rand

<p style="text-align: justify;">Ditjen Cipta Karya melaluiSatuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Satker Randal PIP) Pusat mengadakan acara Workshop Review Pelaksanaan Kegiatan Infrastruktur Permukiman Tahun Anggaran 2016, diBatam,Kamis (1/09/2016).</p> <p style="text-align: justify;">Acara di hadiri oleh seluruh Satker Randal Provinsi seluruh Indonesia, dan dibuka olehDirektur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman yang diwakili olehKasubdit Pengolahan Data dan Sistem InformasiSri Murni Edi.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini merupakan bentuk evaluasi capaian pelaksanaan kegiatan perencanaan dan pengendalian pembangunan infrastruktur permukiman Tahun Anggaran 2016 serta tindak lanjut yang perlu disiapkan untuk menghadapitahun2017 yang akan datang.Selain itu, diharapkan kegiataninidapat menjadi media komunikasi antara para pelaksana di pusat dan daerah dalam upaya untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian pembangunan infrastruktur permukiman bidang Cipta Karya hingga nanti tahun 2019, tutur Sri Murni.</p> <p style="text-align: justify;">Sri Murni mengatakan saat ini Ditjen Cipta Karya memiliki tantangan yang besar hingga akhir tahun 2019, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar yaitu mewujudkan 100% akses air minum aman 0% kawasan kumuh perkotaan dan 100% sanitasi layak.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam upaya perwujudan Gerakan 100-0-100 ini beberapa isu-isu strategis yang dihadapi di bidang perencanaan dan pengendalian bidang Cipta Karya Tahun Anggaran 2016 yaitu sinkronisasi program dan pembiayaan penyelenggaraan infrastruktur permukiman antara APBN,APBD,swasta, dan masyarakat dalam mendukung gerakan 100-0-100, kata Sri Murni.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Sri Murni mengatakan, untuk dapat menjawab isu-isu strategis tersebut maka beberapa hal yang harus menjadi perhatian Satker Randal Provinsi yaitu mampu melakukan inovasi dan langkah-langkah percepatan yang efektif dalam pelaksanaan pendampingan atau advokasi, tidak hanya kepada Pemerintah Daerah namun juga swasta dan masyarakat dalam mendukung Gerakan 100-0-100.(Randal Kepri/ari)</p>