Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya kembali melakukan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah (PKPD) Bidang Cipta Karya. Salah satu kota yang dinilai adalah Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Kota Payakumbuh yang pada tahun 2013 berhasil menyabet juara III, tahun

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/10/sumbar-pkpd-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya kembali melakukan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah (PKPD) Bidang Cipta Karya. Salah satu kota yang dinilai adalah Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Kota Payakumbuh yang pada tahun 2013 berhasil menyabet juara III, tahun ini merupakan satu-satunya kota di Pulau Sumatera yang masuk penilaian untuk kategori kota kecil/sedang.</p> <p style="text-align: justify;">Ketua tim juri PKPD-PU, Dian Prasetyawati menjelaskan, PKPD Bidang Cipta Karya meliputi empat sektor yakni sektor air minum, PLP, pengembangan kawasan permukiman dan sektor Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL). Selain itu, tahun ini juga dinilai keterpaduan program pada satu kawasan. Hal ini disampaikan di hadapan Walikota Payakumbuh Reza Pahlevi di Balaikota Payakumbuh, Senin (29/09/2014).</p> <p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan ini, Walikota Payakumbuh menyatakan, pemerintahannya sangat serius dalam usaha penanganan atau pembangunan infrastruktur Cipta Karya, hal ini dibuktikan dengan prestasi yang didapatkan, diantaranya Piala Adipura, PDAM terbaik nasional dan Piala Adiwiyata untuk penanganan sampah di sekolah melalui Bank Sampah.</p> <p style="text-align: justify;">"Saya harap tahun ini dengan kinerja yang telah dilakukan Pemkot Payakumbuh, kota Payakumbuh kembali meraih penghargaan dalam hal PKPD-PU bidang Cipta Karya," harap Reza.</p> <p style="text-align: justify;">Penilaian PKPD-PU bidang Cipta Karya tahun ini dinilai oleh juri yang berkompeten dari setiap sektor dan ditambah juri independen dari akademis, untuk sektor PBL yaitu Hari Nugraha Nurjaman, sektor PLP yaitu Ariani Dwi Astuti, Djoko Heru Martono, El Khobar, sektor Bangkim yaitu Dodo Juliman, dan sektor Air Minum yakni Winarko Hadi.(rjp/randalsumbar/bns)</p>