"Selamat memperingati Hari Habitat Dunia, terus berupaya, berusaha dan bekerja sekuat tenaga untuk membangun serta memajukan kawasan permukiman dan lingkungan di Indonesia," tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada arahan yang disampaikan di Istana Negara saat Audiensi Hari Habitat Dunia, Juma

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/10/istana-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">"Selamat memperingati Hari Habitat Dunia, terus berupaya, berusaha dan bekerja sekuat tenaga untuk membangun serta memajukan kawasan permukiman dan lingkungan di Indonesia," tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada arahan yang disampaikan di Istana Negara saat Audiensi Hari Habitat Dunia, Jumat (03/10/2014).</p> <p style="text-align: justify;">Indonesia, melalui dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), mencita-citakan terwujudnya kota tanpa kawasan kumuh di tahun 2019, bersamaan dengan target mencapai akses universal 100% air minum dan sanitasi. Untuk mewujudkan kota tanpa kawasan kumuh, maka dibutuhkan penanganan yang memperhatikan karakter lokal masing-masing kawasan kumuh dan aspirasi warga yang tinggal didalamnya.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, perwujudan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan memerlukan kemitraan seluruh pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk mencapai cita-cita kota tanpa kawasan kumuh.</p> <p style="text-align: justify;">Saya menghimbau semua pihak, termasuk Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat untuk berperan serta secara aktif dalam menciptakan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan, kata Presiden SBY.</p> <p style="text-align: justify;">Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2014 telah teridentifikasi 3.201 kawasan kumuh yang mencakup luas 34.374 Ha dan 34,4 juta jiwa yang tinggal di kawasan-kawasan tersebut. Kawasan ini akan menjadi fokus dari Pemerintah dalam menangani kawasan kumuh tahun 2015-2019.</p> <p style="text-align: justify;">Saya mendukung pencanangan yang dilakukan oleh Kementerian PU untuk mewujudkan program 100-0-100 yang ditujukan untuk mencapai akses pelayanan air minum 100%, mengurangi permukiman kumuh hingga menjadi 0%, serta meningkatkan akses pelayanan sanitasi hingga 100%, ungkap Susilo Bambang Yudhoyono.</p> <p style="text-align: justify;">Peringatan Hari Habitat Dunia 2014 dijadikan momentum strategis bagi Pemerintah untuk mengajak seluruh stakeholder terkait untuk berpartisipasi dalam upaya nyata mengurangi luasan kawasan kumuh di Indonesia. Untuk itu pada hari Habitat 2015 dilaksanakan berbagai kegiatan untuk menghimpun gagasan dan inisiatif penanganan kumuh serta melibatkan stakeholder beragam dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Swasta, NGO, praktisi, akademisi dan generasi muda.</p> <p style="text-align: justify;">Terimakasih juga saya ucapkan atas upaya yang telah dilakukan sehingga Indonesia dipercaya di tingkat dunia untuk menjadi Pemimpin di kawasan Asia Pasifik dalam rangka menangani permukiman kumuh, tutup Susilo Bambang Yudhoyono.(Datin ck)</p> &nbsp;